Tips Buat Kamu yang Susah Mengerem Kebiasaan Jajan

Ilustrasi
Ilustrasi

Katanya, milenial itu boros. Mereka sering ngopi di gerai kopi yang harga segelas kopinya bisa sepuluh kali lipat warkop pinggir jalan. Setiap minggu bisa nonton di bioskop sampai berkali-kali. Kalau makan harus di tempat yang mewah, supaya bisa di-post di Instagram.

Tentu saja tidak semua milenial punya gaya hidup seperti itu. Ada sebagian yang sudah memperoleh kebebasan finansial di usia muda dengan menjadi seorang entrepreneur. Ada juga yang bisa investasi di mana-mana, untuk bekal di hari tua.

Jika kamu tipe milenial yang boros, ada beberapa langkah sederhana untuk mulai mengurangi kebiasaan buruk menghambur-hamburkan uang. Ya bisa dibilang hitung-hitung investasi di masa depan juga, kan?

Jangan mudah tergiur promo dan diskon

Zaman sekarang, orang lebih dimudahkan untuk membeli apa saja. Apalagi dengan sistem cashless—setiap hari ada saja promo untuk menarik orang menggunakan dompet digital. Dari beli makanan hingga nonton bioskop jadi lebih murah dan mudah. Hati-hati, promosi dan diskon justru bisa menjebakmu menjadi lebih konsumtif.

Contoh, kamu sebenarnya sudah cukup kenyang. Namun, ada notifikasi di ponselmu yang menyatakan kalau sebuah menu makanan di sebuah gerai siap saji sedang diskon 90 persen. Akhirnya kamu memutuskan untuk beli makanan itu, yang sebenarnya tidak kamu perlukan.

Mungkin kamu merasa untung, sebab bisa dapat sepaket nasi dan ayam goreng dengan harga sepersepuluh harga asli. Namun, tentu saja hal itu merupakan pengeluaran yang tidak perlu. Kalau sekali-kali tidak apa, tapi kalau setiap hari?

Mulai audit diri sendiri

Memangnya perusahaan saja yang perlu diaudit? Keuanganmu juga. Coba telaah kembali pengeluaranmu yang tercatat dalam tagihan kartu kredit selama tiga sampai enam bulan terakhir. Cari pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu.

Misalnya, memesan ojek online, padahal kamu bisa menghemat dengan berjalan kaki saja. Atau, bulan lalu tagihan teleponmu lebih besar; selidiki apa yang menyebabkannya. Catat pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Jika diperlukan, tulis pengeluaran berpotensi boros dengan menggunakan secarik kertas, taruh di dompetmu atau di casing belakang ponselmu.

Kenakan pajak untuk dirimu sendiri

Untuk apa sih pemerintah mengenakan pajak pada penduduk? Dengan adanya uang dari pajak, negara bisa melakukan pembangunan—yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan warganya.

Ini juga bisa kamu lakukan pada diri sendiri. Setiap menerima pendapatan, coba sisihkan sebagian untuk ditabung. Tetapkan persentasenya. Taruh di deposito atau rekeningmu. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Bisa jadi, tabungan tambahan ini bakal menyelamatkan hari tuamu.

Toh, buka rekening sekarang sudah gampang. Untuk buka rekening di Bank BCA, misalnya. Kamu tinggal mengunduh BCA Mobile, lalu klik menu "Buka Rekening Baru". Setelah itu, tinggal ikuti prosedur yang diminta, voila! Kamu punya rekening baru. Lebih lengkapnya silakan lihat tautan ini.