Tips Sukses Dapatkan Beasiswa Luar Negeri

Tips Sukses Dapatkan Beasiswa Luar Negeri
Tips Sukses Dapatkan Beasiswa Luar Negeri

Mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri tidak terlalu sulit. Asal kamu memenuhi semua persyaratan yang ada. Itulah tips awal dari Wedha Stratesti Yudha (33) yang mendapatkan kuliha S2 di Universita della Calabria, Italia.

Sejak lulus dari Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2008, Wedha bertekad melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya. Namun, saat itu ia belum mendapatkan kesempatan. Ia bekerja sebagai editor di perusahaan penerbitan Jalan Gajah Mada, Jakarta. Waktu luang, ia manfaatkan untuk menambah kemampuan berbahasa asing, mencari informasi beasiswa S2, sambil sesekali menjajal tes IELTS dan TOEFL.

Kemampuan bahasa asing, dalam hal ini Inggris, adalah salah satu kunci penting. Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan hampir seluruh kampus di dunia. Jika negara tujuan menggunakan bahasa nasional non-Inggris, mulailah untuk mempelajari bahasa tersebut.

Saat Universita della Calabria atau kerap disebut Unical membuka program beasiswa S2 untuk mahasiswa di luar Italia, tanpa berpikir panjang, Wedha mendaftar. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi untuk mendapatkan kehidupan lebih baik. Baik dari segi ilmu, pengalaman, maupun karier.

Hal pertama yang dilakukannya adalah memenuhi persyaratan administrasi, seperti mengirimkan dokumen kelulusan S1, tes TOEFL, surat rekomendasi, esai tentang motivasi diri, dan lainnya.

"Sebenarnya mendapatkan beasiswa luar negeri tidak terlalu sulit. Kuncinya ya penuhi semua persyaratan. Misalnya skor TOEFL 570, ya harus senilai itu atau lebih. Buat surat rekomendasi dari orang-orang yang mengenalmu dengan baik dan memiliki kredibilitas sehingga meyakinkan juri pemberi beasiswa," kata Wedha kepada Smart-Money, Rabu (14/02/2018).

Perempuan kelahiran Yogyakarta ini mengingatkan para "pemburu" beasiswa agar membaca persyaratan dengan teliti dan jangan melewatkannya satu pun. Jika salah satu syarat meminta harus menerjemahkan berkas dalam bahasa Inggris, lakukanlah. Karena kamu akan menghadapi ratusan atau ribuan pendaftar, yang mungkin saja lebih teliti darimu.

Jika tak lolos beasiswa A, coba beasiswa B, dan seterusnya. Sebagai seorang pencari beasiswa, lanjut Wedha, jangan pernah malas mencari informasi peluang beasiswa diberbagai kampus di luar negeri. Cari tahu pula lembaga negara atau swasta pemberi beasiswa, seperti LPDP, Cheveningen dari pemerintah Inggris, Australia Development Program dari pemerintah setempat, StuNed dan Tulip Orange Scholarship dari Belanda, DAAD dari pemerintah Jerman, dan Fulbright dari Amerika Serikat.

Ia juga menekankan pentingnya esai. Tulis esai yang meyakinkan bahwa tujuanmu melanjutkan sekolah tidak semata-mata untuk dirimu sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang banyak mengenai ilmu yang kamu pelajari tersebut.

Pertengahan 2012 Wedha dinyatakan lolos di Unical. Tetapi ia harus mengikuti kursus singkat Bahasa Italia selama sebulan, sebagai salah satu syarat masuk. September 2012, Wedha memulai kuliahnya di jurusan Media Education hingga 2014 di Calabria, Italia bagian selatan.

Setelah lulus S2, Wedha kembali ke Jakarta. Ia mengakui banyak peluang kerja yang menghampiri mahasiswa lulusan luar negeri. Namun, itu semua disesuaikan dengan ilmu dan keterampilan. Kini, ia bekerja sebagai International Marketing Gramedia Publishers, Kompas Gramedia.

MORE FROM MY SITE