Grup WhatsApp Keluarga Bahas Bahaya Boba? Pakai Jawaban Ini

Boba di kalangan milenial
Boba di kalangan milenial

Di grup WhatsApp keluarga kamu ada yang share soal bahaya konsumsi boba enggak? Lalu apa yang kamu lakukan?

Mungkin di antara kamu ada yang cuek-cuek saja, ada yang meneruskan broadcast ke grup lain, atau ada yang menyanggah informasi tersebut. Intinya sih, kamu bebas dan sah-sah saja untuk meresponsnya. Namun khusus kamu penggemar boba, mungkin akan sedikit gemas ya.

Broadcast tentang boba memang bukan cerita baru. Variasi hoaks yang mengangkat hal ini sudah sering muncul. Nah, terbaru ada broadcast yang mengatakan kalau terlalu banyak mengonsumsi boba bisa bikin usus tersumbat.

Peringatan ini menyebar beserta penggalan video pendek yang menguatkan pesannya. Sudah lihat videonya, kan?

Dalam video terlihat seorang (mirip atau memang) dokter bedah yang sedang memamerkan salah satu organ dalam. Organ tersebut mirip usus. Tapi jika kamu amati, bentuknya lebih mirip semacam kantong. Nah, organ tersebut lantas dibedah dan seketika itu juga keluar butiran-butiran yang dianggap banyak orang merupakan boba.

Tanpa melakukan konfirmasi, video pun menyebar cepat. Ada yang menyertakan caption "Hati2 ya temn2 kalau beli minuman ada boba nya, jangan sering2, di jaga kesehatan nya," tulis salah satu pengguna internet.

Pertanyaan kemudian muncul. Benarkah butiran tersebut adalah boba?

Usut demi usut, video itu ternyata bermula dari unggahan akun @justageneralsurgeon. Hingga tulisan ini dibuat, video itu memang diberi caption 'bag of boba'. Tapi kalau kamu perhatikan lagi, ada tanda pagar yang cukup jelas mengatakan #gallstones alias batu empedu.

Untuk kamu yang belum tahu, pemilik akun ini sebenarnya sedang memamerkan hasil operasi kantung empedu yang dipenuhi kristal-kristal batu empedu. Nah, bentuknya memang seperti butiran boba.

Seperti disebutkan tadi, salah tanggap seperti ini bukan pertama kalinya. Batu empedu sudah sering dijadikan hoaks untuk menakut-nakuti penggemar boba. Beberapa waktu lalu, ramai juga foto X-ray yang disebut boba di dalam usus, tetapi ternyata diambil dari sebuah jurnal penelitian tentang batu empedu.

Beberapa pakar lalu mengatakan kalau boba memang terbuat dari tapioka jadi susah dicerna di dalam perut. Namun mereka juga menjelaskan kalau pencernaan terjadi bukan hanya secara kimiawi di perut, tetapi juga dimulai secara mekanis di mulut.

Nah, sekarang pertanyaannya, itu boba memang tidak dikunyah dulu sebelum ditelan sehingga tampak utuh seperti di video? Yuk jadi penyelamat antihoaks di grup WhatsApp keluarga.

Biar enggak penasaran, cobain deh aneka minuman boba di pusat perbelanjaan. Sekarang makin simpel bayar dengan QRIS. Cuma tinggal buka BCA mobile, scan QRIS, pembayaran selesai deh. Jadi enggak perlu tuh ribet masuk ke aplikasi, kemudian top up dulu, lalu pindah aplikasi lagi.

Kalau di BCA mobile bisa lebih cepat, kenapa harus pakai cara yang lebih lama? Klik tautan ini ya untuk info lebih detailnya.