Xiaomi Mi 11, Tanpa Charger Lebih Murah?

Xiaomi Mi 11
Xiaomi Mi 11

Vendor smartphone Xiaomi telah meluncurkan flagship terbarunya yaitu Mi 11 pada Senin (28/12) di China. Spesifikasinya enggak main-main lho.

Mi 11 bakal jadi smartphone pertama di dunia yang menggunakan Snapdragon 888, chipset teranyar dan terkuat yang dirilis oleh Qualcomm dan sudah mendukung teknologi 5G.

Bentang layarnya 6,8 inci, berjenis AMOLED dengan resolusi tinggi 3.200 x1.440 piksel dan refresh rate 120hz serta dilengkapi pemindai sidik jari dan speaker stereo Harman Kardon. RAM-nya berkisar dari 8-12 GB, dengan memori internal hingga 256GB.

Dari segi fotografi, Mi 11 menggunakan tiga kamera belakang. Kamera utamanya berlensa wide dengan resolusi 108MP, lalu ada kamera ultrawide 13MP, dan kamera makro 5MP. Di bagian depan, ada kamera selfie wide beresolusi 20MP.

Untuk daya, Mi 11 dibekali baterai 4.600 mAh dan pengisian super cepat 55W yang membuat baterainya terisi penuh dalam 45 menit. Mi 11 juga mendukung pengisian daya nirkabel hingga 50W.

Nah, di sinilah kelemahan Mi 11. Meskipun baterainya mampu terisi penuh dalam 45 menit, Xiaomi tidak menyertakan pengisian daya (charger) jenis apapun dalam paket penjualan. Lho, kok pelit amat?

Alasannya sih untuk melindungi lingkungan. "Tidak ada charger dalam dus Mi 11 untuk kepentingan proteksi lingkungan. Saat ini, semua orang punya charger yang tidak terpakai. Ini masalah bagi kita dan membebani lingkungan. Kami sadar bahwa keputusan ini mungkin bakal diprotes," tulis Xiaomi dalam pernyataan resmi melalui Weibo, pekan lalu.

Mi 11 varian 8GB/128GB dijual di China dengan harga 3.999 yuan (Rp8,7 juta-an). Versi lainnya 8GB/256GB (4.299 yuan atau Rp9,4 juta) dan 12GB/256GB (4.699 yuan atau Rp10,2 juta).

Xiaomi akan membuka pre-order Mi 11 di China pada 1 Januari 2021. Belum diketahui kapan ponsel yang mendukung konektivitas 5G ini bakal masuk ke Indonesia.

Tanpa Charger Gara-gara Apple

Gerakan menjual ponsel tanpa charger ini diinisiasi oleh Apple. Deretan ponsel iPhone 12 yang dirilis pada September lalu tidak menyertakan charger dalam paket penjualan. Alasannya sama, yaitu demi melindungi lingkungan dari sampah elektronik (e-waste).

Meski kini menjual Mi 11 tanpa charger, Xiaomi sempat menyindir keputusan Apple untuk tidak menyertakan charger. Saat Apple merilis iPhone 12, Xiaomi sempat mencuit, "Jangan khawatir, kami tidak melupakan apapun dalam kotak dus Mi 10T Pro". Cuitan tersebut ditambahkan video unboxing dus ponsel Mi 10T Pro dan menampilkan charger di dalamnya.

Apakah keputusan vendor smartphone untuk tidak menyertakan charger memang berdasarkan alasan peduli lingkungan, atau dilandasi keinginan untuk menambah profit semata?

Tidak adanya charger dalam kotak penjualan sudah mengurangi ongkos produksi ponsel. Sebab kenyataannya vendor tidak mengurangi harga ponsel yang mereka jual meskipun kali ini tidak dilengkapi charger. Yang ada, harganya malah semakin naik.

Apple merilis iPhone 11 di Amerika Serikat dengan harga mulai dari $699. Setahun kemudian, mereka menjual iPhone 12 dengan harga mulai dari $799.

Selain itu, dimensi dus ponsel juga semakin tipis karena tidak perlu memuat charger di dalamnya, sehingga vendor dapat mendistribusikan lebih banyak ponsel dalam sekali jalan.

Dilansir dari The Conversation, dus yang lebih kecil dan ramping membuat Apple mampu memuat lebih banyak iPhone hingga 70 persen dalam sekali distribusi. Langkah cerdas bagi vendor, tapi juga langkah bagus untuk lingkungan sebab semakin efisien proses distribusi, emisi karbon yang dihasilkan dari perjalanan distribusi pun semakin sedikit.

Bagaimana, kamu termasuk yang setuju atau tidak dengan tren peniadaan charger dalam dus penjualan smartphone? Lalu apakah MI 11 akan masuk dalam daftar incaranmu?

Sambil menimbang-nimbang, intip dulu promo akhir tahun di Erajaya. Ada diskon menarik setiap pembelian dengan Kartu Kredit BCA.

Cek promonya yuk.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.