Yang Sering Dilupakan Milenial Berhobi Travelling

Ilustrasi
Ilustrasi

Bisa dibilang, media sosial Instagram bak pameran fotografi. Jepretan demi jepretan foto bertema travelling gampang ditemukan di sini. Kualitasnya pun juara, lho.

Menariknya, dari sekian banyak yang seliweran, sebagian besar ternyata dilakukan oleh Generasi Y alias milenial. Jadi ya tak heran bila kelompok umur yang juga akrab dengan sebutan generasi M ini dianggap sebegai generasi jalan-jalan.

Keberatan atau auto senyum-senyum sendiri nih? Untuk kamu yang suka travelling sepertinya memang tak bisa mengelak ya.

Namun pastinya, anggapan ini tak sembarangan. Coba saja simak beberapa survei dari sejumlah lembaga yang menyoroti fenomena generasi milenial ini.

Survei yang pertama dari ada dari lembaga Think Thank Turisme, ThinkDigital.Travel. Katanya, generasi milenial merupakan generasi yang menganggap diri mereka memiliki sebuah hak yang hakiki sejak lahir, yaitu hak untuk melakukan perjalanan atau travelling.

Sekali lagi, “hak terhakiki”. Istilah macam apa pula ini. Spontan saja generasi ini menjadi pasar terbesar dari industri pariwisata modern.

Mirip dengan hasil penelitian dari lembaga riset industri pariwisata Phocuswright. Lembaga ini juga menegaskan asumsi tersebut bahwa Generasi M merupakan generasi yang paling sering melakukan perjalanan di antara kelompok umur yang lainnya.

Mereka malahan dinilai rela menghabiskan lebih banyak dana untuk layanan wisata dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Hal ini pun diyakini akan terus bertahan sampai 2020 mendatang.

Menariknya, di tahun tersebut, setengah dari perjalanan dunia dilakukan oleh generasi yang terdiri dari mereka yang lahir dari 1980 sampai 2000. Hayo, kamu termasuk enggak?

Ada lagi penelitian dari The Boston Consulting Group. Mendominasinya Generasi Milenial tak terlepas dari makin menuanya Generasi Baby Boomer. Bedanya, penelitian ini menemukan kecenderungan bahwa pengeluaran mereka terhadap biaya perjalanan akan berkurang hingga menjadi hanya sekitar 16 persen pada tahun 2020.

Penurunan akan terus terjadi pada tahun-tahun berikutnya dan memuncak pada 2025 ketika jumlahnya akan menurun menjadi 11 persen. Bisa terbayang kan isinya tempat wisata generasi mana saja?

Nah, kembali merujuk pada data yang diambil dari laman ThinkDigital.Travel, generasi M rupanya tidak mengincar apa yang disebut barang mewah seperti mobil dan (sayangnya) rumah. Yang mereka cari adalah pengalaman atau sesuatu yang membuat mereka "dianggap" ada oleh lainnya.

Lembaga ini pun melaporkan bahwa 6 dari 10 generasi muda lebih suka menghabiskan uang mereka pada pengalaman daripada hal-hal material.

Ini dia yang kerap dilupakan. Saking keasyikan jalan-jalan, dana untuk hari tua jadi terabaikan. Padahal hal ini berbahaya lho.

Okelah kalau sekarang kamu senang-senang dengan sering bepergian ke luar negeri. Namun jangan juga lupakan investasi atau setidaknya menabung untuk hari tuamu. Jangan sampai masa tuamu nanti akan jadi serbasusah dengan tidak adanya tabungan.

Maka dari itu, sisihkan selalu anggaran investasi atau tabungan di awal gajian. Lalu tentukan pos untuk liburan—bila memang kamu tergolong sulit tanpa liburan.

Sekarang untuk investasi mudah kok. Bahkan bisa juga lewat handphone dengan mengunduh aplikasi WELMA.

WELMA adalah aplikasi Wealth Management dari BCA. Ini merupakan sebuah aplikasi mobile yang digunakan untuk pembelian produk investasi seperti reksa dana hingga obligasi pemerintah.

Selain itu, kamu juga bisa memantau portofolio investasi dan mencari informasi produk asuransi juga lebih mudah, aman dan nyaman melalui aplikasi ini. Nah, enak kan? Jadi kamu bisa jalan-jalan sambil investasi. Yuk, mampir ke Playstore dan unduh WELMA.