50/40/10 Budgeting yang Pas untuk Pandemi? Ini Buktinya

Budgeting 50/40/10 cocok untuk masa pandemi?
Budgeting 50/40/10 cocok untuk masa pandemi?

Dari banyaknya formasi budgeting, mana yang menurutmu cocok untuk masa pandemi? Benarkah 50/40/10? Kita bahas yuk.

Sebenarnya metode budgeting 50/40/10 ini tidak cukup familiar. Malah bisa jadi sepi peminat.

Pasalnya, mungkin tidak banyak yang "rela" membagi keuangannya 50 persen untuk kebutuhan, 40 persen untuk investasi, dan hanya 10 persen untuk keinginan (liburan, shopping, dan hiburan lainnya).

Bayangkan, jatah untuk liburan, nonton, nongkrong, jajan promoan hanya 10 persen! Enggak seru banget, kan?

Tapi kan sekarang kondisinya berbeda. Adanya pandemi membuat berlibur dan kegiatan keluar rumah lainnya jadi terbatas. Artinya, apakah kamu masih butuh “jatah” yang besar untuk keinginan?

Nah, di sinilah muncul opsional untuk memodifikasi anggaran untuk keinginan. Jika biasanya 20 atau 30 persen, mungkin tidak masalah jika diubah jadi 10 persen. Kemudian sisanya dialokasikan untuk investasi.

Kenapa investasi? Alasannya simpel. Kondisi saat ini masih sulit ditebak. Satu-satunya yang mudah ditebak adalah kepastian bahwa di masa depan, kamu butuh uang. Inilah rupanya yang membuat banyak orang mulai beralih ke metode budgeting 50/40/10.

Semakin banyak berinvestasi, semakin bagus. Apalagi bila investasimu bisa menghasilkan passive income.

Bagaimana? Tertarik dengan metode 50/40/10 yang penuh tantangan ini? Ingat, investasinya jangan cuma ke satu tempat ya.

Biar lebih terbayang soal pembagiannya, simak yuk:

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.