Agar Tidak Cari Uang Setengah Mati Tapi Habis Setengah Sadar

Ilustrasi kerja keras
Ilustrasi kerja keras

Pernah merasakan kalau gaji yang kita dapatkan setengah mati habis begitu saja? Sadarkah kamu saat pengeluaran demi pengeluaran itu terjadi?

Terkadang kita tidak sadar pada setiap pengeluaran yang terjadi. Kita terlalu asik membelanjakan uang lantaran banyaknya promo sana-sini yang membuat kalap.

Saking tidak terkontrolnya pengeluaran, kita pun terkejut saat mengetahui ternyata sisa uang sudah tak cukup lagi hingga gajian bulan depan. Pada akhirnya, kita pun terpaksa berutang.

Duh, kalau sudah begitu, ini tandanya kamu sedang dalam masalah keuangan. Bila dibiarkan terus bukan tidak mungkin akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Maka dari itu, tingkatkanlah kewaspadaanmu pada kegiatan yang tidak disadari ini.

Hanya saja memang untuk sadar bahwa kita sudah melampaui batas tidak mudah. Parahnya lagi, jangan sampai kamu juga tidak sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu salah atau tidak.

Berikut kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan tanpa disadari.

1. Tidak tahu ke mana saja uangnya lari

Ada sebuah riset di Singapura yang mengungkapkan hanya 63% kaum milenial yang punya pengeluaran sama dengan penghasilannya. Sedangkan 24% sisanya malah memiliki pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Dari jumlah tersebut malah banyak juga yang tidak tahu dengan pasti kondisi keuangannya.

2. Tidak tertarik belanja aset tetap

Milenial ternyata lebih suka menyewa dibanding membeli aset. Menurut mereka, menyewa bisa lebih efisien karena menghemat keuangan. Apalagi sekarang sudah ada jasa transportasi berbasis online.

Namun ini justru pemikiran yang salah. Jika alasannya adalah hemat, mengapa uangnya justru digunakan untuk pengeluaran berbasis pengalaman seperti liburan, konser, makan di restoran, dan lainnya. Padahal uang tadi bisa sangat bermanfaat untuk dialihkan menjadi pembelian aset investasi.

3. Tergoda promo

Dari mulai diskon, cashback, hingga cicilan 0% adalah hal-hal yang membuat milenial mudah terlena. Khusus penawaran cicilan 0% dan pinjaman dana tunai bahkan kerap digunakan untuk liburan, pembelian gadget, dan benda konsumtif lainnya. Semestinya, alokasi untuk kebutuhan berbasis pengalaman hanya 20% dari penghasilan. Namun jika untuk cicilan rumah, porsinya masih bisa sampai 30%.

4. Tidak menyiapkan dana pensiun dan investasi

Di mata sebagian milenial, pensiun memang masih lama. Katakan pensiun di usia 55 tahun, berarti mereka masih punya sekitar 20 tahun lagi. Padahal akan lebih baik jika mereka berinvestasi atau menyiapkannya dari sekarang.

Alokasi pengeluaran untuk investasi dana pensiun sendiri baiknya 6% dari penghasilan. Malah bila belum menikah, kamu bisa menyisihkan 15% dari penghasilan.

5. Menunda pembelian rumah tinggal

Ini juga kerap disalahartikan oleh milenial. Sebagian dari mereka menilai rumah belum jadi prioritas. Padahal harga rumah terus naik dari tahun ke tahun. Artinya, menunda-nunda membeli rumah hanya akan membuat harganya makin melambung tinggi.

Coba deh pikirkan, bila kamu sudah mulai mencicil rumah, secara tidak langsung kamu sudah mencicil investasi untuk masa depan. Sudah begitu nilai investasimu terus naik lho.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo klik tautan berikut untuk mendapatkan solusi rumahmu. Klik juga info soal KPR ini yang tidak akan membuatmu terjebak bujuk rayu palsu bunga rendah.

Ayo berubah.