Berapa Rasio Pelunasan Utang yang Ideal Buat Milenial?

Ilustrasi
Ilustrasi

Sekalipun berutang itu bukan sesuatu yang harus ditabukan, tetap saja keberadaannya selalu bikin pusing. Saat datang waktu jatuh tempo tagihan, bawaannya sudah bikin deg-degan saja.

Itulah kenapa kamu semestinya tak berlama-lama dalam berutang. Selain itu, jangan sampai cicilan utangmu mendekati jumlah pemasukan. Jika tidak, dijamin deh bawaannya bakalan was-was terus.

Utang diyakini jadi salah satu sumber kecemasan. Saat kamu merasa cemas dengan utang, itu sudah jadi alarm bahwa kamu harus mengubah kebiasaan.

Biasanya, cemas karena utang ini karena buruknya pengelolaan utang. Salah satu contohnya adalah rasio pelunasan yang melebihi batasnya.

Berapa sih batasnya?

Umumnya, rasio pelunasan utang diimbau untuk tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Sebab apabila rasionya melebihi batas, anggaranmu pun benar-benar jadi terbatas.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Seperti disebutkan tadi, untuk menghilangkan rasa cemas karena utang, kamu harus mengubah kebiasaan. Cara ini dilakukan agar kamu bisa melunasi utang dengan cepat.

Perubahan kebiasaan ini harus jadi top prioritas dan butuh komitmen besar. Sebagai langkah awal, kamu bisa membuang 5 kebiasaan ini. Apa saja, yuk simak.

Jajan atau makan di luar

Jajan atau makan di luar kelihatannya sepele, tapi kalau kamu hitung total pengeluaran selama sebulan, kamu bakal tercengang. Misalkan, sekali makan kamu menghabiskan Rp20 ribu. Sehari, berarti kamu mengeluarkan Rp60 ribu. Satu bulan, totalnya sudah Rp1,8 juta. Itu kalau rerata uang makan di luar Rp20 ribu. Lebih dari itu, uang bulanan yang terpakai lebih besar lagi.

Bila kamu mau berhemat separuhnya saja, misalnya dengan memasak di rumah dan membawa bekal, pos pengeluaran akan sedikit longgar. Uang itu bisa kamu gunakan untuk membayar utang.

Langganan bulanan

Zaman sekarang, langganan konten digital sudah jadi kebutuhan. Contohnya, Spotify, Netflix, Amazon Prime, Disney +, YouTube Premium, dsb. Lewat berlangganan, kita sudah mendapatkan hiburan di ponsel. Memanjakan, tentu saja.

Sayangnya, langganan bulanan ini harus kamu cut untuk melunasi utang. Contohnya, seandainya kamu berlangganan Netflix dan Spotify per bulan, berarti pengeluaran bulananmu untuk dua layanan itu antara Rp130-200 ribu—tergantung paket. Kalau kamu menyetop dua langganan ini, kamu bisa lebih hemat.

Belanja borongan

Memang saat kita membeli borongan, harga yang kamu terima lebih murah. Namun, cara ini tidak dianjurkan bila kamu sedang ingin mempercepat pelunasan utang.

Kamu bisa berbelanja sesuai kebutuhan. Misalnya, dalam sebulan kamu butuh 1 botol sampo, kamu tidak perlu tergoda membeli 3 botol sampo meski harganya lebih murah.

Beli produk karena merek

Hindari membeli produk-produk bermerek premium. Sebab, biasanya harganya lebih mahal. Kamu bisa membeli produk generik yang kualitasnya hampir sama dengan merek mahal. Contohnya soal obat. Kamu tak perlu beli obat premium bila ada obat generik. Cara ini bisa menghemat pengeluaran bulanan.

Belanja karena tergoda media sosial

Media sosial saat ini sudah bergeser. Kini media sosial digunakan untuk ajang pamer dan juga consumer engagement bagi perusahaan. Lewat media sosial, kamu bisa saja tergoda untuk membeli barang-barang tertentu yang enggak kamu butuhkan.

Itu tadi lima kebiasaan yang patut kamu hindari saat melunasi utang. Ingat, kunci melunasi utang bukan berhemat habis-habisan, melainkan memilah kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus kamu tanggalkan.