Cara Pintar Sikapi Pesaing Bisnis

Tips sikapi pesain bisnis
Tips sikapi pesain bisnis

Menjalani bisnis di zaman serbateknologi seperti sekarang tentunya penuh dengan tantangan. Sudah serbadigital pun masih belum cukup. Diperlukan peningkatan dan pemahaman yang tinggi dari para sumber daya manusianya terhadap kemajuan teknologi tersebut. Terlebih bila usaha bisnismu memiliki pesaing.

Executive Vice President PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim dalam acara The Future of Human Capital & Finance in Industry 4.0, Senin (22/4), di Hotel Hyatt, Jakarta, menegaskan dalam pengembangan bisnis harus memiliki wawasan prioritas. Di hadapan sekumpulan pengusaha muda yang tergabung dalam BCA Young Community, Vera berbagi pengalaman bagaimana sebuah bisnis harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan atau bahkan melampaui pesaing-pesaingnya.

"Untuk itu, kita harus terlebih dulu mengetahui siapa kompetitor kita, bagaimana demografi bisnis bidang yang diambil," katanya.

Mengetahui siapa kompetitor kamu memang akan menguntungkan. Selain bisa dijadikan pertimbangan untuk membuat kebijakan pengembangan, juga untuk mengukur sejauh mana usahamu berjalan dan sejauh mana jarak usahamu dengan pesaing.

Vera mengatakan ada banyak cara untuk menyikapi kompetitor. Namun jika disederhanakan, ada empat poin yang bisa menjadi bahan pertimbangan kamu. Berikut di antaranya.

1. Leading the Changes

Setelah melihat kompetitor, akan sangat baik bila kamu bisa menciptakan inovasi yang belum pernah dilakukan oleh pesaing manapun. Menjadi perusahaan pertama yang melakukan atau menciptakan suatu inovasi adalah hal yang sangat baik untuk brand usahamu.

2. Shareholder Value Creation

Membuka pintu saham dan investasi memungkinkan usahamu berkembang lebih cepat dan pesat. Hal ini tentu bisa menarik perhatian kompetitor terhadap perkembangan bisnismu.

3. Business Partner and Support

Kolaborasi dan kemitraaan adalah salah satu cara yang biasa diambil perusahaan tertentu dalam menyikapi persaingan. Dengan menyamakan visi, sebuah bisnis sejatinya akan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

4. Shared Service

Sejumlah perusahaan banyak yang memilih cara ini karena tidak ingin berbagi kepemilikan bisnis. Di sisi lain, berbagi layanan tetap bisa memberikan usahamu keuntungan karena kebutuhan konsumen seharusnya bisa lebih terpenuhi.

Bagaimana? Sudah memilih mana yang cocok untuk pengembangan usahamu?