Haruskah Pengeluaran Kecil Juga Dihemat?

Ilustrasi
Ilustrasi

Melakukan penghematan memang penting. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata banyak lho yang salah dalam menerapkannya.

Kebanyakan orang mencoba memotong pengeluaran dari berbagai hal kecil yang jumlahnya sebenarnya tidak seberapa. Padahal, cara yang lebih tepat adalah menghemat pengeluaran pada hal-hal yang besar.

Misalnya, pengeluaran terbesarmu adalah untuk sewa apartemen yang kisarannya bisa Rp3-8 juta. Jika hal ini memberatkan, kamu bisa memilih kosan “rasa apartemen”.

Furnitur dan kenyamanannya bisa diadu kok sama apartemen. Malahan ini jauh lebih murah. Kosan-kosan premium ini kisarannya hanya Rp1,8-4 jutaan saja.

Simak video berikut.

Tren Bisnis Kosan Rasa Apartemen

Namun dibandingkan menyetor uang per bulan ke apartemen atau kosan, bukankah lebih baik memiliki rumah sendiri? Nah, ini yang perlu kamu pertimbangkan, Guys.

Sebenarnya memiliki rumah maupun mengontrak sama bagusnya. Semuanya tergantung pada tingkat kenyamanan seseorang. Tapi ingat, harga properti cenderung naik dari tahun ke tahun. Kenaikannya juga tergolong signifikan, apalagi untuk rumah dengan kualitas bangunan yang bagus.

Namun, tidak semua orang memiliki kondisi finansial yang sama. Sehingga tak dapat dipungkiri jika mengontrak menjadi pilihan terbaik. Tapi cobalah untuk berpikir dua kali ketika ingin mengontrak. Apalagi untuk jangka waktu yang sangat lama.

Meskipun kondisi finansial tidak sebaik orang lain, tapi kamu tetap perlu memiliki rumah. Setidaknya satu rumah saja deh.

Alasannya simpel, harga properti itu semakin meningkat. Jika tidak cepat dibeli, maka akan semakin sulit. Punya rumah sendiri juga lebih nyaman. Selain itu bisa jadi investasi menjanjikan dan menjadi prestise tersendiri bagi kita.

Mulai berpikir untuk memiliki rumah? Coba intip solusi dari program Rumahsaya BCA. Kamu bisa bikin simulasi KPR juga.

Klik di sini.

Tempat Tinggal Mempengaruhi Biaya Transportasi

Nah, selanjutnya, tempat tinggal mempengaruhi biaya transportasi. Benar, enggak? Makin jauh dari tempat kamu kerja, tentu biayanya akan semakin tinggi. Itulah kenapa kamu juga harus memikirkan transportasi apa yang bakal kamu gunakan untuk ke kantor.

Lebih hemat mana, kendaraan pribadi (mobil atau motor) atau kendaraan umum?

Bila menggunakan motor, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan, yakni efisiensi waktu karena lebih cepat dibanding alternatif lainnya.

Selain itu, ongkos untuk bensin juga lebih murah, yakni berkisar Rp 20 ribu untuk 1-2 hari dengan jarak tempuh bisa lebih dari 50km. Kemudian, untuk perawatannya, kamu bisa mengganti oli secara rutin tiap bulannya.

Bila motor sudah tidak terlalu nyaman, kamu bisa membawanya ke bengkel untuk perawatan. Untuk biaya ini, kisaran biaya yang kamu keluarkan mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Bila kamu membeli motor secara kredit, maka ada biaya cicilan yang harus kamu bayar tiap bulannya. Biaya ini biasanya berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribuan.

Sedangkan faktor kenyamanan dan keamanan, selalu sediakan jas hujan dan perlengkapan lain yang kamu rasa perlu.

Bila menggunakan mobil, kendaraan ini memang lebih cepat dari kendaraan umum, namun tidak lebih cepat dari motor.

Untuk ongkos bensin, mobil butuh lebih banyak daripada motor. Untuk dua hari, kurang lebih kamu bisa mengeluarkan biaya sebesar Rp100 ribu.

Sedangkan untuk perawatan, kamu bisa mengganti oli mobil tiap mencapai kilometer tertentu serta melakukan perawatan lainnya. Dalam sebulan, biaya yang bisa kamu keluarkan untuk perawatan mobil berkisar Rp 100-400 ribuan.

Bila mobil kamu beli secara kredit, masih ada biaya cicilan ini tiap bulannya berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 jutaan. Sedangkan urusan kenyamanan, mobil paling nyaman untuk segala cuaca dan kondisi.

Terakhir, menggunakan kendaraan umum. Untuk beberapa kendaraan, waktu bisa menjadi lebih lama dari mobil dan motor pribadi.

Namun, masih ada KRL atau MRT, yang bisa menjadi pilihan karena dapat menuju suatu lokasi dalam waktu cepat.

Sedangkan untuk ongkos, ini bervariasi. Untuk bus dan angkutan kota berkisar Rp2 ribu hingga Rp20 ribu tergantung jarak. Sedangkan untuk kereta api, Rp2 ribu per 25km jarak tempuh. Lalu untuk MRT, tarif terjauh Rp14 ribu.

Amankah? Di sinilah kedisiplinan kamu harus benar-benar dijaga. Patuhi protokol COVID-19. Dengan begitu setidaknya kamu meminimalisir potensi penularan.

Gunakan Kartu Flazz BCA untuk semua kelancaran transportasimu. Kartu multifungsi ini dilengkapi teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification) yang membuat transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan praktis.

Sudah dapat Kartu Flazz Edisi Kemerdekaan?

Ini cara mendapatkannya.