Hedonic Threadmill, Penyakit yang Bikin Dompet Kamu Kering Kerontang

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah mendengar istilah hedonic threadmill (HT). Ini bukan julukan. Bukan pula nama kelompok atau bahkan grup band. Ini adalah sejenis penyakit yang menyerang banyak orang.

Terdengar menyeramkan? Jangan panik dulu. Ini bukan semacam penyakit mematikan kok. Melainkan sejenis kebiasaan buruk yang menggambarkan kondisi selalu merasa kekurangan uang meski gaji sudah naik sekalipun.

Walaupun tidak mematikan, namun jika dibiarkan penyakit ini bisa memengaruhi kebahagiaanmu. Jadi jangan remehkan hedonic threadmill ini ya.

Sayangnya, kondisi ini kerap menjangkiti orang tanpa mereka sadari. Lantaran mengedepankan hidup mewah, ia lupa pada kebutuhan utamanya sehingga membuat dirinya selalu terjebak utang.

Nah, bila hal ini terjadi pada dirimu, kamu harus segera mengubah gaya hidupmu. Lalu langkah apa sih yang bisa dilakukan untuk bisa keluar dari jebakan tersebut?

Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Asad pernah mengatakan prioritas utama yang harus kamu lakukan adalah segera mengatur ulang keuangan. Yuk simak beberapa cara sederhana mengatur keuangan untuk segera sembuh dari penyakit ini.

Tentukan prioritas keuangan

Para perencana keuangan sepakat, membuat prioritas kebutuhan keuangan merupakan hal pertama yang perlu dilakukan bila ingin membenahi kondisi keuangan. Saat menentukan prioritas, kamu perlu memisahkan kebutuhan dan keinginan.

Banyak orang yang terjebak hedonic treadmill karena tak mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Saat terjebak hedonic treadmill, keinginan menjadi lebih penting daripada kebutuhan jangka panjang. Ini yang harus kamu ubah.

Benahi Kondisi Utang

Selanjutnya, hal yang perlu dilihat saat ingin membenahi keuangan adalah kondisi utang. Bila masih ada utang, terlebih jumlahnya besar, maka jadikan prioritas pertama untuk dibenahi.

Sisihkan penghasilan tiap bulan untuk melunasi cicilan utang. Setelah menyisihkan dana untuk membayar utang, sisihkan dana untuk dana darurat. Bila masih ada dana, gunakan untuk membeli proteksi atau asuransi serta untuk investasi. Barulah sisanya bisa kamu gunakan untuk bersenang-senang.

Hindari utang

Saat membenahi utang, jangan menutupnya dengan utang lagi. Saat masih terjebak hedonic treadmill, utang bisa menjadi masalah. Karenanya, para perencana keuangan menyarankan untuk menghindari berutang selama kondisi keuangan belum sehat, terutama utang konsumtif, seperti menggunakan kartu kredit untuk berbelanja.

Kamu harus bisa memperbaiki kebiasaan belanja ini. Ingat, keinginan menjalankan hidup dalam hedonisme biasanya mendorong seseorang gampang menggesek kartu kredit saat tak memiliki uang tunai.

Itu tadi 3 hal utama yang bisa kamu lakukan untuk pertolongan pertama saat terjebak hedonic threadmill. Semoga lekas sembuh ya.