Hitung-hitungan Bisnis Kue Lebaran dengan Modal Kecil

Menghitung modal bisnis kue lebaran
Menghitung modal bisnis kue lebaran

Kue kering buatanmu dibilang enak? Mungkin ini tanda-tanda waktunya kamu berbisnis kue. Apalagi sekarang sudah memasuki Ramadan.

Bisnis kue kering sebenarnya tidak membutuhkan modal besar. Bahan-bahan untuk membuatnya juga mudah didapatkan. Dengan harga jual yang relatif murah, prospek bisnis ini bisa sangat menguntungkan di waktu tertentu.

Dalam buku karya Evita P Purnamasari yang berjudul Bisnis Modal 500 Ribuan, kue kering termasuk salah satu yang paling cerah peluangnya.

Dengan memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan tentang membuat kue, kamu sebenarnya sudah punya bekal untuk jadi pengusaha. Tinggal mengatur manajemen alat, pengemasan, dan pemasaran, usahamu akan membuatmu jadi orang kaya dadakan.

Terbentur modal? Evita selalu mengatakan tidak ada yang tidak mungkin. Bisnis kue lebaran tidak sebenarnya tidak membutuhkan modal besar. Coba tengok contoh hitung-hitungan versi Evita berikut ini.

Modal

Peralatan

Mixer Rp500.000

Oven Rp500.000

Loyang dan cetakan kue Rp200.000

Timbangan kue Rp300.000

Jumlah Rp1.500.000

Penyusutan Peralatan

Peralatan biasanya mengalami penyusutan setelah 4 tahun. Dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus, peralatan berarti punya nilai residu Rp2.000.

Jadi biaya penyusutan per tahun = (Rp1.500.000-Rp2.000) : 4 = Rp374.500 per tahun.

Berarti Rp374.500 : 12 = Rp31.200 per bulan.

Perkiraan laba/rugi per Bulan

Asumsi pendapatan per toples Rp40.000

Lalu Rp40.000 x 200 toples Rp8.000.000

Biaya-biaya

- penyusutan peralatan Rp31.200

- bahan baku kue Rp2.000.000

- toples 200 x @Rp3.500 = Rp700.000

- pita Rp30.000

- upah pegawai Rp800.000

- listrik dan air Rp500.000

- lain-lain Rp300.000

- jumlah Rp4.361.300

Laba bersih

Rp8.000.000-Rp4.361.300 Rp3.639.000

Menghitung Laba dari Penentuan Harga

Untuk mengukur kelayakan harga, kamu bisa menggunakan hitungan modal. Misalnya harga modal per toples Rp20.000, untuk menentukan harga jual bisa langsung dikali 2 atau dinaikkan 100%. Jadi Rp20.000 x 2 = Rp40.000

Dari harga jual tadi di dalamnya ada biaya-biaya lain yang harus kamu keluarkan, yakni 10% untuk karyawan, 5% untuk penyusutan alat, dan 8% untuk transportasi. Perhitungannya sebagai berikut.

Harga jual Rp40.000 x 10% untuk karyawan = Rp4.000

Harga jual Rp40.000 x 5% untuk penyusutan alat = Rp2.000

Harga jual Rp40.000 x 8% untuk transportasi = Rp3.200

Total: Rp9.200

Hasil perhitungan modal : harga jual-penyusutan = Rp40.000-Rp9.200 = Rp30.800

Laba bersih : total perhitungan modal = Rp30.800 - Rp20.000 = Rp10.200

Jadi laba bersih dari satu toples kue kamu kira-kira Rp10.200.

Nah itu tadi hitungan sederhana bisnis kue lebaran dengan modal terbatas. Bagaimana, tertarik? Jangan sia-siakan bakatmu. Kamu bisa mendulang tambahan rupiah dengan memanfaatkan momen sekali setahun ini.