Indikator Tingkat Keberhasilan Kekinian

Ilustrasi
Ilustrasi

Ada yang bilang kalau tingkat keberhasilan seseorang dilihat saat dia berusia 35 tahun. Setujukah kamu dengan hal itu?

Wah kalau ini sih masih bisa diperdebatkan ya. Sebab lihat saja Warren Buffet yang baru benar-benar kaya saat usianya menginjak separuh abad. Namun memang sih di usia 35 tahun, tanda-tanda kesuksesan Buffet sudah terlihat setelah mampu membeli beberapa aset.

Tingkat keberhasilan sendiri bisa dilihat dari beberapa aspek. Ada yang bilang berhasil itu kalau sudah punya rumah, punya dua anak, pekerjaan mapan, punya mobil, dan sudah liburan ke mana-mana. Kalau yang ini setuju enggak?

Permasalahannya sekarang zaman sudah berubah. Segala sesuatunya berkembang begitu pesat. Apa yang direncanakan untuk sepuluh tahun ke depan, bisa saja berubah di tahun ketiga. Akibatnya, cara seseorang untuk mengejar dan memandang keberhasilan juga bergeser.

Lima indikator lawas tadi pun hanya menjadi mitos saja. Kelimanya bahkan bisa tergantikan dengan lima indikator keberhasilan zaman now seperti yang dihimpun dari Forbes dan Lifehack berikut ini.

1. Punya Dana Darurat

Ini indikator baru yang sebelumnya jarang menjadi pandangan seseorang dalam hal kesuksesan. Dulu orang berpikiran kaya raya itu adalah apa yang terlihat oleh mata. Padahal jika punya dana darurat, kamu akan terhindar dari utang atau pengeluaran yang besar saat hal-hal yang bersifat penting dan mendadak terjadi.

2. Punya Dana Pendidikan Anak di Masa Depan

Biaya pendidikan selalu naik dari masa ke masa. Jika punya anggaran untuk pos persiapan pendidikan anak kamu kelak, itu berarti kamu sudah sedikit lebih unggul dari kebanyakan orang lain. Setidaknya, saat yang lain pusing memikirkan biaya masuk sekolah, kamu sudah tinggal memikirkan bagaimana menyiapkan sarana tambahan untuk pendidikan anak.

3. Punya Dana Liburan

Hal ini untuk menyanggah stereotip "kalau sudah liburan ke mana-mana berarti dia orang sukses". Akan beda maknanya bila kamu selalu punya anggaran untuk liburan tanpa mempengaruhi pengeluaran untuk kebutuhan utama. Liburan tanpa utang? Itu baru orang sukses.

4. Punya Investasi

Punya pekerjaan mapan, tapi gajinya selalu habis tanpa sisa. Apakah kamu seperti itu? Jika iya, berarti ada yang salah dengan cara kamu dalam mengelola keuangan. Hampir semua perencana keuangan akan menaruh poin investasi dalam daftar pos yang wajib dilakukan. Investasi bisa dalam bentuk apa saja. Bisa properti, emas, saham, reksadana, dan banyak lagi. Punya jaminan di masa depan tentu lebih baik daripada terlihat bergaya di masa sekarang.

5. Minimal punya DP Rumah

Salah satu yang menjadi masalah di generasi milenial adalah kebiasaan menunda-nunda memiliki rumah. Seperti disebutkan pada poin 4 di atas, investasi bisa juga dalam bentuk properti. Nah, jika kamu termasuk yang selalu menunda membeli rumah, kamu hanya sedang membiarkan harga rumah terus naik dan kian menjauhi tabungan kamu.

Kalau kamu mengubah pola pikir dengan membeli rumah di harga yang sekarang dan mendapat untung di kemudian hari, itu berarti kamu selangkah lebih maju untuk memenuhi indikator keberhasilan. Apalagi sekarang membeli rumah sudah semakin mudah.

Kamu bisa juga memanfaatkan program KPR yang tengah tren di kalangan milenial sekarang. Tapi jangan sembarangan pilih KPR ya. Pilihlah yang tidak sekadar memberikan bunga ringan. Pastikan apakah persyaratan yang tersembunyi tidak menjebakmu.

Nah, jika tidak ingin tertipu dengan rayuan KPR bunga rendah, pilihlah KPR BCA. Dengan KPR BCA, pokoknya kamu bebas worry deh. Sebab di sini kamu bisa dapat kepastian, bunga stabil, dan angsuran yang bukan kaleng-kaleng.

Penasaran dengan apa yang dimaksud bunga stabil? Yuk klik tautan ini untuk info jelasnya.

Jangan lupa, ikuti juga challenge #KunciBebasWorry yang diadakan Smart-Money.co dan KPR BCA. Ada hadiahnya lho. Klik ini untuk info soal challenge tersebut.