Ini Dia ''Lima Besar'' Pengeluaran Masyarakat Indonesia

Pengeluaran masyarakat Indonesia
Pengeluaran masyarakat Indonesia

Hasil studi Nielsen mengenai Nielsen Changing Consumer Posperity menyebut bahwa 58% konsumen global percaya secara finansial, kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan dengan lima tahun lalu. Bagaimana menurutmu?

Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin menyebut konsumen Asia Pasifik adalah konsumen yang paling optimis terkait dengan kondisi keuangan mereka (70%), optimisme juga terjadi pada konsumen di Afrika dan Timur Tengah (52%) dan Amerika Latin (49%). Di negara maju, seperti Amerika Utara (46%) dan Eropa (37%), optimisme mereka justru kurang.

Bila mereka yakin keadaan keuangan mereka lebih baik, ke mana saja mereka membelanjakan uangnya?

Secara global, 44% konsumen membelanjakan uang lebih banyak untuk bahan makanan selama lima tahun terakhir. Kategori lain yang mendorong peningkatan pengeluaran konsumen secara global adalah komunikasi teknologi, pendidikan, perjalanan dan perawatan kesehatan.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Agus menyebut, 57% konsumen Indonesia membelanjakan lebih banyak uangnya untuk teknologi dan komunikasi selama lima tahun terakhir. Konsumen Indonesia juga berbelanja lebih banyak dalam hal pendidikan (50%), bahan makanan (46%), video/musik/layanan internet (43%) dan travel (36%) dalam lima tahun terakhir. Hasil studi tersebut juga menyebut bahwa 19% konsumen Indonesia masih merasa bebas untuk berbelanja.

"Hasil temuan dari studi Keyakinan Konsumen di kuartal empat 2018 menunjukkan bahwa keinginan atau kepercayaan konsumen untuk berbelanja meningkat," kata Agus Nurudin dikutip dari laporan tertulisnya.

Nielsen Changing Consumer Prosperity mengungkapkan dinamika belanja konsumen oleh daerah yang mencakup 64 negara. Cakupannya juga termasuk kategori teratas yang dibelanjakan konsumen lebih banyak bersama dengan kategori teratas di mana konsumen bersedia membayar lebih mahal (premium).

Hasil survei ini juga membantu retailer dan produsen dalam memahami sikap konsumen dalam pembelanjaan di masa depan.