Jangan Sampai Gaji Habis untuk Kuota

Harta, Tahta, Kuota
Harta, Tahta, Kuota

Kebutuhan akan internet semakin tinggi di masa pandemi. Banyak yang mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Pasalnya mulai dari bekerja, sekolah, belanja, komunikasi, ibadah, mencari hiburan, dan lain-lain, dapat dilakukan secara online.

Tanpa disadari, hal ini dapat membuat tagihan seperti listrik, air, pulsa telepon, dan kuota internet membludak. Pengeluaran pun jadi lebih banyak sehingga dapat mengganggu kelancaran arus kas.

Hal ini terlihat dari survei terbaru yang dilakukan Inventure. Disebutkan bahwa 35,3% responden mengalami peningkatan pada pengeluaran. Beberapa pengeluaran ekstra tersebut terjadi karena memang terjepit pada kondisi pandemi.

Dalam hal hiburan, misalnya. Dulu, saat penat, orang bebas ke bioskop, nonton konser, nonton pertandingan di stadion, dan lain-lain. Tapi sekarang mereka jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk nonton di rumah.

Namun karena film-film baru dan berkualitas, konser musik, dan pertandingan olahraga itu mulai jarang ada di televisi biasa, mereka jadi terpaksa langgangan layanan streaming. Akibatnya pengeluaran pun bertambah karena banyak yang tetap membutuhkan hiburan.

Sejalan dengan survei yang dilakukan Inventure, mayoritas responden atau sebesar 81,5% mengatakan bahwa layanan streaming online menjadi channel favorit hiburan selama pandemi.

Soal pekerjaan juga sama. Di masa pandemi, banyak perusahaan menggunakan video konferensi untuk berkomunikasi. Event-event yang digelar seperti webinar juga sekarang modelnya virtual. Nah, aplikasi-aplikasi ini cukup “memakan kuota” yang tidak sedikit.

Begitu pula dalam hal pendidikan. Siswa sekolah dan mahasiswa hingga kini belum dapat kembali ke sekolah atau universitas. Tingginya potensi tempat belajar menjadi klaster penularan COVID-19, membuat pemerintah belum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka.

Akibatnya konsumsi internet untuk belajar dari rumah pun meningkat pesat. Lantaran kegiatan belajar-mengajar ini dilakukan dalam waktu yang relatif lama, pengeluaran listrik dan internet sudah pasti bertambah juga.

Hal ini tentu harus jadi perhatian lebih untuk kamu. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin gaji kamu cuma habis untuk kuota.

Sekaranglah waktunya untuk belajar menyusun anggaran untuk internet. Sebab sejumlah kegiatan sepertinya akan tetap online meski vaksin COVID-19 sudah diproduksi.

Malahan salah satu survei Inventure lainnya menunjukkan 67,8% orangtua masih khawatir kalaupun sekolah dibuka kembali. Mereka merasa potensi penularan masih tinggi meski vaksin sudah ada.

Memang, 69,8% orangtua menyatakan kerepotan dengan sistem pembelajaran jarak jauh karena harus mendampingi anak dalam belajar di rumah. Tapi daripada tertular COVID-19, mereka pun memilih belajar online.

Nah, alih-alih pasrah sama pengeluaran internet, simak yuk tips agar biaya internet enggak bengkak.

1. Pilih Paket yang Sesuai Kebutuhan

Saat ini banyak penyedia internet menyediakan beragam paket langganan, mulai dari paket hemat, ekonomis dan sebagainya. Sebelum memutuskan untuk berlangganan, lakukan perbandingan antar paket dan pilih yang paling sesuai anggaran dan kebutuhanmu.

Jangan sampai kamu salah pilih jenis paket, entah itu yang supercepat, sedang atau biasa saja. Karena nantinya, jika salah pilih, ini akan menjadi beban.

2. Gunakan di Waktu yang Tepat

Beberapa akses internet memiliki waktu-waktu di mana dapat memberikan akses lebih cepat. Biasanya, saat jam sibuk (pagi hingga sore), internet cenderung ramai. Kamu bisa mengakses di jam pulang kantor.

3. Usahakan Tidak Menggunakan Selama 24 Jam Tanpa Henti

Ini sifatnya opsional. Ada baiknya jangan menggunakan internet selama 24 jam tanpa henti, kecuali kamu punya bisnis atau kondisi yang mengharuskan itu. Saat tidur, kamu bisa mematikannya sejenak.

4. Manfaatkan Layanan Khusus dari Operator

Kadang, operator telekomunikasi memiliki layanan khusus untuk media sosial yang lebih hemat, jangan ragu menggunakannya.

5. Tentukan Batas Atas dan Bawah untuk Anggaran Internet

Buat anggaran khusus bagi kamu yang betah berlama-lama akses internet, tentukan batas atas dan bawah untuk anggaran internet. Misalnya 5%-15% dari angganan belanja bulananmu.

Itu tadi tips agar anggaran internet enggak bengkak. Pastikan juga jangan terlambat untuk bayar tagihannya agar kelancaran internet tetap terjaga.

Sekarang bayar tagihan internet dan TV Kabel gampang kok. Bisa lewat HP.

Cara Bayar Tagihan TV Kabel dan Internet Berlangganan lewat HP.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.