Jangan Sampai Gaji Seperti Atom, Tak Bisa Dibagi Lagi

Ilustrasi pembagian uang
Ilustrasi pembagian uang

Pernahkah kamu merasa sulit membagi-bagi gaji? Sayangnya, lantaran merasa sulit, banyak yang malah malas mengaturnya dan menggunakan uang semaunya. Akibatnya gaji pun menguap entah ke mana tanpa ada sisa untuk investasi masa depan maupun dana darurat.

Gaji yang hanya lewat memang menyebalkan. Kadang kita lupa diri dalam membelanjakan uang sehingga tidak sadar masih banyak cicilan dan kebutuhan yang belum terpenuhi. Ujung-ujungnya, kamu pun mengeluhkan gaji selalu kurang dan tak pernah cukup untuk dibagi-bagi lagi.

Duh, gaji itu bukan atom yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Kalau kamu masih bingung bagaimana caranya, cobalah untuk mengikuti berbagai formula-formula mengatur uang. Ada beberapa formula yang digunakan banyak orang. Salah satunya formula 40-30-20-10.

Dilansir dari EconomicTimes, formula ini dinilai ampuh untuk kamu yang baru mulai berkarier. Formula ini bersifat universal kok, artinya bisa diterapkan pada rentang gaji berapa pun mulai dari gaji 3 jutaan sampai di atas 10 jutaan sekalipun. Penasaran? Coba simak cara pembagiannya berikut ini.

1. 40% untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin

Angka 40% adalah persentase yang ideal dialokasikan untuk pengeluaran rutin dan kebutuhan yang wajib dipenuhi. Kebutuhan tersebut berupa biaya makan sehari-hari, air, listrik, pulsa, internet, transportasi dan sebagainya.

Usahakan alokasi ini sudah mencakup semua kebutuhan mulai dari yang sifatnya pokok hingga rekreasional. Jadi kamu tidak perlu mengambil dari pos lain agar proporsinya tetap seimbang.

2. 30% untuk cicilan dan tagihan

Utang dan cicilan bukan hal buruk kok. Selama digunakan untuk membeli aset yang sifatnya produktif, maka akan banyak manfaatnya. Contohnya cicilan rumah, kendaraan, dan banyak lagi.

Usahakan hindari berutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, misalnya membeli gawai mewah, perhiasan atau barang-barang lain yang sebenarnya tidak perlu. Lain halnya bila barang-barang tersebut untuk kepentingan investasi bisnismu.

3. 20% untuk tabungan dan simpanan

Kamu bisa membaginya ke dalam beberapa pos, misalnya untuk tabungan, asuransi, dana darurat maupun investasi. Tapi tak perlu terpaku seperti itu juga ya. Kamu bisa lebih fleksibel dalam menyesuaikan alokasinya dengan pendapatan dan keadaan finansialmu, asalkan persentasinya tak kurang dari 20%.

Sekarang ada banyak kok produk investasi yang cocok untuk kantong kamu. Coba deh klik tautan ini untuk rekomendasi investasi yang menarik.

4. 10% untuk Peningkatan Diri

Sisa 10% ini bisa kamu gunakan untuk banyak hal, tergantung keperluan kamu. Namun lantaran kariermu baru dimulai, alangkah baiknya sisa uang ini digunakan untuk peningkatan kualitas diri. Persentase ini tidak wajib ya. Kamu bisa menguranginya dan mengalihkannya untuk menambah pos investasi.

Namun tidak ada salahnya juga kamu gunakan untuk mengikuti seminar, kursus, ataupun perisapan untuk bisnis. Siap kan jadi pengusaha?