Jangan Sampai Isi Dompet Bawa Golok Semua

Uang Seribu Rupiah
Uang Seribu Rupiah

Judul di atas mungkin terdengar menyeramkan sekaligus membingungkan ya. Lagipula bagaimana mungkin sebuah golok bisa masuk dalam dompet. Namun perumpamaan inilah yang tengah tren di kalangan milenial.

Belakangan meme yang menggambarkan sebuah dompet dipenuhi uang seribuan jadi viral di jejaring media sosial. Anak-anak milenial menggunakan meme ini untuk menunjukkan bahwa mereka kerap terjebak dalam kondisi uang habis di pekan terakhir sebelum gajian.

Tidak terencananya keuangan dengan baik adalah salah satu penyebabnya. Dengan gaya hidup yang konsumtif, mereka pun kerap lupa pada tujuan keuangannya sehingga gajinya selalu habis sebelum waktunya.

Jadi jangankan bicara soal financial freedom, untuk tetap aman hingga tanggal gajian saja sudah sulit. Nah, itulah mengapa kamu sebenarnya membutuhkan perencanaan keuangan yang baik.

Mumpung sekarang sudah gajian dan bersiap memulai bulan baru, yuk kita siapkan perencanaan keuangan. Kini ada banyak kok formula rencana keuangan yang bisa kamu gunakan sesuai kemampuan kamu.

Untuk milenial yang baru memulai karier atau masih berstatus mahasiswa dan sudah berpenghasilan, banyak di antara mereka menggunakan formula 40-30-20-10. Formula ini dinilai manjur bagi mereka yang belum punya penghasilan besar.

Pembagiannya sendiri bisa fleksibel. Namun yang pasti porsi terbesar untuk biaya kebutuhan hidup dan pengeluaran rutin.

Nah, yuk coba simak rencana keuangan degan formula 40-30-20-10 yang dilansir dari EconomicTimes. Formula ini bersifat universal kok, artinya bisa diterapkan pada rentang gaji berapa pun mulai dari gaji 3 jutaan sampai di atas 10 jutaan sekalipun.

1. 40% untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin

Angka 40% adalah persentase yang ideal dialokasikan untuk pengeluaran rutin dan kebutuhan yang wajib dipenuhi. Kebutuhan tersebut berupa biaya makan sehari-hari, air, listrik, pulsa, internet, transportasi dan sebagainya.

Usahakan alokasi ini sudah mencakup semua kebutuhan mulai dari yang sifatnya pokok hingga rekreasional. Jadi kamu tidak perlu mengambil dari pos lain agar proporsinya tetap seimbang.

2. 30% untuk cicilan dan tagihan

Utang dan cicilan bukan hal buruk kok. Selama digunakan untuk membeli aset yang sifatnya produktif, maka akan banyak manfaatnya. Contohnya cicilan rumah, kendaraan, dan banyak lagi.

Usahakan hindari berutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, misalnya membeli gawai mewah, perhiasan atau barang-barang lain yang sebenarnya tidak perlu. Lain halnya bila barang-barang tersebut untuk kepentingan investasi bisnismu.

3. 20% untuk tabungan dan simpanan

Kamu bisa membaginya ke dalam beberapa pos, misalnya untuk tabungan, asuransi, dana darurat maupun investasi. Tapi tak perlu terpaku seperti itu juga ya. Kamu bisa lebih fleksibel dalam menyesuaikan alokasinya dengan pendapatan dan keadaan finansialmu, asalkan persentasinya tak kurang dari 20%.

Sekarang ada banyak kok produk investasi yang cocok untuk kantong kamu. Coba deh klik tautan ini untuk rekomendasi investasi yang menarik.

4. 10% untuk Peningkatan Diri

Sisa 10% ini bisa kamu gunakan untuk banyak hal, tergantung keperluan kamu. Namun lantaran kariermu baru dimulai, alangkah baiknya sisa uang ini digunakan untuk peningkatan kualitas diri. Persentase ini tidak wajib ya. Kamu bisa menguranginya dan mengalihkannya untuk menambah pos investasi.

Namun tidak ada salahnya juga kamu gunakan untuk mengikuti seminar, kursus, ataupun perisapan untuk bisnis. Siap kan jadi pengusaha?

Nah, itu tadi pembagiannya. Selanjutnya tinggal menanamkan disiplin agar tidak mudah tergoda untuk menggunakan uang dari pos yang bukan seharusnya ya. Jangan sampai deh di akhir September nanti dompetmu tinggal gambar orang membawa golok.