Kaya dengan Utang, Ini Caranya (1)

Kaya dengan Utang, Ini Caranya (1)
Kaya dengan Utang, Ini Caranya (1)

Tentu kamu akan bertanya-tanya, bagaimana bisa menjadi kaya dengan berutang. Namun, memang harus dipahami bahwa ada beberapa jenis utang, bila membicarakan utang yang bersifat produktif, tentu lain cerita.

Bahkan, sebagian besar pengusaha pemula dan pengusaha besar pun kerap berutang, khususnya untuk kegiatan yang bersifat produktif. Hal ini ternyata mampu membawa para pengusaha pemula atau besar itu menjadi sukses.

Jadi, utang dari bank yang digunakan untuk kegiatan produktif ini akan membantu mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang disebut sebagai utang produktif. Kamu bisa belajar dari perusahaan dan pengusaha yang memiliki utang produktif, sekaligus menciptakan keuntungan.

Jadi, kamu harus selalu memilah mana utang produktif dan mana utang konsumtif. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadikan utang yang kamu ambil menjadi utang produktif.

Bedakan utangmu

Utang produktif merupakan utang yang tujuan peminjamannya adalah mendapatkan manfaat finansial. Misalnya, ketika kamu meminjam uang dari saudara atau bank dengan tujuan memulai suatu usaha, maka utang tersebut dikategorikan utang produktif.

Laba usaha yang dihasilkan dari kegiatan bisnis yang dibangun atas utang bisa digunakan untuk melunasi pinjaman secara berkala, memutar bisnis, dan keuntungannya untuk membantu keuangan keluarga.

Setelah utang lunas, bisnis yang masih tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memperbesar usaha.

Sedangkan utang konsumtif merupakan kebalikan utang produktif, yaitu utang yang tujuan peminjamannya tidak memberikan manfaat finansial secara langsung untuk dapat melunasi utang tersebut.

Misalnya, kamu mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli mobil sebagai sarana memudahkan transportasi diri ke kantor, atau untuk pergi liburan ke luar negeri. Kegiatan ini tak dapat dikatakan bisa mendatangkan manfaat finansial secara langsung.

Artinya, utang tersebut tergolong utang konsumtif dan harus kamu kurangi atau hindari sepenuhnya.

Berlanjut ke bagian kedua.