Kaya dengan Utang, Ini Caranya (2)

Kaya dengan Utang, Ini Caranya (2)
Kaya dengan Utang, Ini Caranya (2)

Utang untuk menambah aset

Bila kamu berutang, gunakan untuk memiliki aset. Sebagai simulasi, kamu meminjam Rp 25 juta dengan tenor 12 bulan dan bunga 0%. Pinjaman kamu gunakan untuk memulai usaha butik dan pelunasan utang dilakukan dengan mencicil Rp 2 juta per bulan.

Asumsikan omzet yang kamu dapat sebesar Rp 1 juta per hari alias Rp 30 juta per bulan. Setelah dipotong biaya operasional Rp 25 juta per bulan, kamu masih memiliki laba bersih Rp 5 juta per bulan.

Gunakan laba bersih tersebut untuk melunasi cicilan utang tiap bulannya sehingga sisa bersih yang kamu ambil adalah Rp 3 juta. Tentu, bisnis butik terus berjalan dan ketika pinjaman lunas di akhir tahun, butik tetap berjalan dan mampu menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.

Melalui keuntungan tersebut, kamu bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi.

Disiplin mencicil

Satu hal yang harus kamu lakukan setelah berhasil mendapat utang produktif, disiplin dalam membayar cicilan utang. Disiplin ini juga berlaku jika kamu mendapat utang konsumtif.

Mereka yang tidak disiplin dalam membayar cicilan, suatu saat akan terjebak dalam masalah keuangan. Sama halnya bila kamu memiliki utang konsumtif. Jika kamu disiplin mencicilnya, kamu juga bisa mengubahnya menjadi utang produktif.

Misalnya, jika terpaksa harus berbelanja untuk kebutuhan usaha dengan menggunakan kartu kredit. Melalui cicilan ringan dan potongan harga yang menarik, kamu tetap bisa menjadikannya sebagai utang produktif jika dilunasi sebelum jatuh tempo.

Demikian, menjadi kaya dengan cara berutang merupakan hal yang wajar dan masuk akal. Asal, kamu tetap bijak dan disiplin dalam memanfaatkan utang tersebut, baik utang produktif maupun konsumtif.