Kesalahan Umum yang Biasa Dilakukan Saat Mengelola Keuangan

Ilustrasi
Ilustrasi

Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang saat mengelola uang, baik pendapatan maupun pengeluaran. Kesalahan-kesalahan inilah yang biasanya berujung pada ‘besar pasak daripada tiang’.

Lalu apa saja sih kesalahan-kesalahan yang kerap tidak disadari? Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari Chimebank.

Terlalu mementingkan hiburan

Kondisi lingkungan sekitar, baik itu pekerjaan, keluarga, pertemanan, dan percintaan, kadang bikin stres. Wajar kiranya jika kamu mencari hiburan. Misalnya, nonton bioskop, hangout bersama kawan di akhir pekan, berlibur, dan sebagainya.

Namun, jangan sampai overspending untuk hiburan ya. Ini dapat merusak perencanaan keuangan yang lebih penting, seperti dana pensiun. Kamu tidak mau kan jatuh miskin saat seharusnya menikmati hari tua?

Hidup boros tanpa arti

Pergaulan kadang bikin kita lupa diri. Contohnya, keinginan belanja yang menggebu-gebu karena faktor emosional. Contoh lain, teman-teman upgrade mobil, kamu juga ingin. Padahal mobilmu masih baik-baik saja. Di sisi lain, kamu masih ada keinginan lain untuk menghabiskan uang untuk hiburan.

Coba prioritaskan, mana yang lebih penting. Jangan sampai hal-hal ini malah bikin kamu terperangkap utang.

Tak membayar tagihan kartu kredit

Jika kamu membayar tagihan kartu kredit secara penuh, kamu tidak perlu bayar bunga. Biasakan jangan membayar tagihan minimum. Bunganya memang hanya beberapa persen, tapi jika itu terus terjadi, lama-lama akan menggunung juga. Inilah yang sering membuat orang terjebak hutang kartu kredit.

Hindari “autopilot

Ada baiknya mengecek tagihan-tagihan dan langganan yang muncul setiap enam atau 12 bulan sekali. Misalnya, ada tagihan Netflix, tapi kamu jarang nonton. Lebih baik dihentikan atau turunkan ke metode berlangganan yang lebih murah. Jangan sampai kamu membiarkan tagihanmu autopilot tanpa tujuan, yang ujung-ujungnya hanya menghabiskan uang.

Tidak punya dana darurat

Inilah kesalahan paling berbahaya. Yang namanya keadaan darurat bisa terjadi kapan saja. Entah itu bencana alam, kecelakaan, atau pemutusan hubungan kerja. Dana darurat sejumlah beberapa kali lipat gaji bulananmu adalah penyelamat ketika hal-hal seperti ini terjadi.

Jika hal-hal tersebut terjadi dan kamu tidak punya dana darurat, mau tidak mau kamu akan berhutang. Sisihkan gajimu untuk dana darurat.

Jika menyisihkan gaji terasa sulit, tidak ada salahnya kamu membuka rekening khusus dana darurat. Kamu bisa mengalokasikan penghasilan dengan memanfaatkan tahapan berjangka, seperti yang ditawarkan oleh BCA.

Dengan Tahapan Berjangka BCA, kamu bisa lebih disiplin menabung karena menggunakan sistem autodebet. Klik tautan ini untuk informasi detail soal Tahapan Berjangka BCA.