Membentuk atau Merawat Brand, Mana yang Lebih Sulit?

Branding 3
Branding 3

Manakah yang lebih sulit untuk dilakukan menurutmu? Membentuk imej baru di masyarakat (branding produk atau layanan baru) atau menjaga dan merawat brand yang sudah ada dan besar?

Chief Brand Consultant Bedrock Asia, brand consultant di Jakarta, Kwan Harsono menyebut bahwa merawat brand perusahaan besar lebih susah dibandingkan melakukan branding produk atau layanan baru.

"Perusahaan baru itu belum memiliki branding yang terbentuk sehingga lebih mudah dilakukan dan waktunya pun lebih cepat. Rebranding lebih susah prosesnya," katanya.

Dalam melakukan proses rebranding di BCA misalnya, Kwan harus memperhatikan banyak hal. Salah satu hal yang diperhatikan adalah membaca dan menurunkan pesan di balik slogan "Selalu di Sisi Anda." Rebranding yang dilakukan saat ini, lebih fokus pada generasi milenial. Karena itu, slogan tersebut harus diturunkan dalam kalimat yang lebih sesuai dengan generasi milenial yang dinamis.

"Pesan harus disusun dengan memperhatikan berbagai aspek seperti kultur budaya, sosial, pendidikan dan lainnya. Kata-kata yang digunakan juga tidak boleh kaku dan mencerminkan semangat dan pesan yang ingin diubah. Karena itu, rebranding butuh waktu yang lebih lama," tambah dia.

Mengapa sebuah brand yang sudah kuat dan melekat di benak konsumen juga perlu melakukan rebranding? Mengapa harus dirawat?

Alasannya, menurut Kwan, adalah karena setiap brand perlu sebuah bisnis menampilkan kebaruan dan inovasi. Coca-Cola adalah salah satu contoh bagaimana mereka telah melakukan perubahan secara bertahap dalam waktu beberapa lama. Perubahan dilakukan secara bertahap dalam suatu kurun waktu dengani tujuan akhir yang akan dicapai dalam waktu beberapa tahun.

"Rebranding bisa dilakukan dengan perlahan tetapi berpengaruh banyak pada bisnis," ungkapnya.

Rebranding secara teratur, tambahnya, juga akan membuat keefektifan dan efisiensi pesan lebih terukur. Dengan begitu, posisi branding perusahaan di konsumen pun semakin kuat.