Mitos Kemerdekaan Finansial yang Dipercaya Banyak Orang

Ilustrasi financial freedom
Ilustrasi financial freedom

Siapa tidak ingin mencapai kemerdekaan finansial. Semua orang, termasuk generasi milenial tentu mengidamkannya. Hanya saja memang hal itu bukan perkara mudah.

Apalagi ada banyak mitos soal perencanaan keuangan yang sebenarnya tidak benar tapi dilakukan sejumlah orang. Hal ini bisa jadi merugikan kamu. Jadi jangan asal terima saran ya.

Lalu bagaimana sih supaya kita bisa mencapai kemerdekaan secara finansial? Coba simak beberapa hal yang harus kamu perhatikan terlebih dahulu menurut The Balance berikut ini.

1. Untuk Jadi Kaya Harus Bergaji Besar?

Ternyata tidak sedikit lho yang mengasumsikan kalau untuk menjadi kaya itu kamu harus punya gaji besar. Padahal hal itu hanyalah mitos belaka.

Oke, mungkin memang akan lebih mudah bila punya penghasilan tinggi tiap bulannya. Tapi kuncinya ternyata bukan itu.

Untuk meningkatkan kekayaan justru dengan belanja lebih sedikit dari penghasilan kamu. Sebab faktanya, kebiasaan belanja yang buruk justru menjadi penyebab mereka yang memiliki penghasilan tinggi.

Jadi, lepaskan dirimu dari jeratan jebakan belanja ya. Kamu harus paham dulu kalau penghasilan bukan kekayaan jangka panjang. Komponen kekayaan iya, tapi percuma bila selalu langsung habis begitu saja.

2. Karier Menentukan?

Ini adalah kunci penting dalam mencapai kemerdekaan finansial. Berpikir jangka panjang itu termasuk juga dengan memastikan keamanan pekerjaan, dalam artian meningkatkan performa untuk mendapatkan promosi jabatan. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan kekayaan dengan mengurangi kecemasan terkait kemerdekaan finansial.

Selain itu, pekerjaan sampingan atau investasi juga bisa menjadi langkah jangka panjang kamu untuk memupuk kekayaan.

3. Mencapai Tujuan Keuangan adalah Kemerdekaan Finansial?

Kamu perlu pahami dulu bahwa nilai penghasilan itu sebenarnya adalah seberapa besar jumlah yang bisa kamu investasikan untuk mencapai kemerdekaan finansial. Dari situ, kamu bisa memasang tujuan keuangan. Dengan tujuan keuangan, kamu bisa mempertahankan gaya hidup tanpa banyak berkorban.

Tingkat kekayaan pun bisa diukur dari pemikiran jangka panjang dan keberlanjutan potensial. Tapi ingat ya, dalam menyusun tujuan keuangan, perhatikan pula item-item anggaran, seperti pembayaran cicilan kredit rumah, cicilan kredit kendaraan bermotor, belanja pakaian, biaya hiburan, dan sebagainya.

4. Waktu adalah Uang?

Bukan menghabiskan waktu untuk uang, tapi memiliki kendali penuh atas waktu menjadi salah satu faktor untuk mencapai kemerdekaan finansial. Kamu mungkin belum benar-benar mencapai tujuan investasi yang memungkinkan kamu mempertahankan gaya hidup kamu tanpa gaji tambahan.

Tapi memiliki kendali total atas bagaimana kamu menghabiskan harimu bisa menjadi faktor yang memengaruhi bagaimana kamu mendefinisikan kekayaan.

5. Tingkat Pendidikan Menentukan?

Menurut riset yang dilakukan oleh Thomas J Stanley, penulis buku The Millionaire Next Door, tingkat pendidikan seseorang tidak berkorelasi dengan kekayaan dan kesuksesan secara ekonomi. Namun, bukan berarti pendidikan tidak penting. Stanley berpandangan lihat dulu apakah mereka yang mengatakan penting itu tahu bagaimana cara mencapai kemerdekaan finansial.

Wah, ternyata ada banyak juga ya hal yang tidak kita sadari bisa mencapai kemerdekaan finansial. Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mengarah ke sana?