Panduan Praktis Alokasikan THR Agar Tidak Menguap (1)

THR
THR

Meski tidak semuanya, namun sebagian dari kamu tentu sudah menerima uang Tunjangan Hari Raya (THR). Sudah tahu akan kamu gunakan untuk apa uang tersebut? Sebaiknya, kamu mulai membuat rencana alokasi penggunaan uang tersebut agar tidak habis sia-sia.

Biasanya, banyak orang menggunakan THR untuk keperluan belanja, berlibur, berbagi dengan saudara di kampung halaman atau bahkan untuk menutup tagihan bulanan. Untuk keperluan apa pun itu, kamu tetap yang memutuskannya.

Meski demikian, sebaiknya penggunaan THR harus dengan bijak. Menurut Head of Wealth Management & Digital Retail Business Commonwealth Ivan Jaya, pengelolaan THR yang bijak mampu menutupi kebutuhan hari raya dengan baik tanpa mengganggu arus kas (cash flow) bulanan.

Langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk memastikan hal tersebut adalah membuat anggaran dan skala prioritas untuk kebutuhan hari raya. Selanjutnya, alokasikan juga dana untuk membayar utang serta investasi masa depan.

“Idealnya, dana THR untuk keperluan hari raya hanya 20%. Dalam pengelolaan THR, kebutuhan untuk hari raya yang harus diprioritaskan seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik. Namun, jangan dihabiskan semuanya,” kata Ivan seperti dikutip Tempo.

Meski demikian, Ivan menyebutkan bahwa angka 20% bukanlah harga mati. Hal yang terpenting, katanya, setelah menerima THR, kamu harus memastikan kebutuhan utama hari raya bisa terpenuhi terlebih dahulu.

Kemudian, baru masuk ke prioritas kedua. Kamu bisa menggunakan THR untuk membayar utang dan tabungan. Tabungan ini bisa kamu gunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan seperti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, atau qurban.

“Atau dana THR ini dapat juga diinvestasikan untuk kebutuhan masa depan," lanjut Ivan.

Ivan menyarankan, mulailah membiasakan diri untuk menyisihkan dana untuk investasi guna memiliki masa depan yang aman. Demikian, ke depannya, bila kamu menerima bonus, kamu tak akan berpikir untuk langsung menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif pemuas diri.

Bagi Ivan, sebaiknya pendapatan tahunan dipakai untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk pengeluaran bulanan. “Idealnya, jumlah yang diinvestasikan adalah 50% dari THR,” katanya.

Bersambung ke bagian kedua untuk mengetahui cara membagi dana yang efektif.