Panduan Praktis Alokasikan THR Agar Tidak Menguap (2)

THR
THR

Perencana Keuangan Irshad Wicaksono Ma’ruf menyambung, fenomena klasik yang biasa terjadi saat Ramadan adalah pengeluaran yang membengkak karena konsumsi meningkat. Apalagi, godaan diskon di pusat perbelanjaan atau toko daring (online) sangat besar.

“Bila tidak dikontrol akan membuat pengeluaran membengkak,” katanya. Untuk mengendalikan pengeluaran, katanya, setidaknya kamu harus membuat lima pos pengeluaran keuangan untuk Ramadan.

Pertama, pos pengeluaran rutin seperti untuk tagihan listrik, telepon, internet, belanja dapur, gaji asisten rumah tangga, dan lain-lain. Usahakan alokasi porsi untuk pos ini tidak lebih dari 40%.

Kedua, pos pembayaran cicilan atau utang tidak lebih dari 30%. Ketiga, tabungan, dana darurat dan investasi. Pada pos ini alokasi minimal sebesar 10% dari penghasilan bulanan. Namun untuk mempercepat tujuan keuangan di masa depan bisa ditambah dari THR.

Fungsi pos dana darurat adalah untuk pengeluaran di luar kendali seperti rawat gigi, dan perawatan kendaraan. Kelima, pos untuk gaya hidup.

Saat puasa, tentu banyak undangan untuk buka bersama di restoran atau kafe bersama teman-teman atau belanja untuk kebutuhan Lebaran. Untuk itu, setidaknya siapkan sekitar 20% dari penghasilan bulanan.

“Untuk zakat fitrah sebaiknya dibuat pos tersendiri (dari THR). Namun, khusus zakat hanya wajib bagi yang mampu,” tambahnya.