Pentingnya Pengelolaan Keuangan bagi Usaha Rintisan

Pengelolaan Keuangan bagi Startup
Pengelolaan Keuangan bagi Startup

Merintis perusahaan hingga sukses bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan bila ingin perusahaan sukses. Salah satu hal yang paling krusial adalah pengelolaan keuangannya.

Terlebih lagi, hasil survei Google dan A. T Kearney mengungkap investasi pada usaha rintisan di Indonesia sudah mencapai Rp40 triliun di Januari-Agustus. Angka tersebut tumbuh 68 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun mendatang pun, investasi modal ventura pada usaha rintisan juga diprediksi terus naik. Tanpa pengelolaan keuangan yang benar, perusahaan rintisan bisa mendapat masalah, terlebih untuk kamu yang juga mendapat suntikan modal.

Independent Wealth Management Advisor FX Iwan memberi beberapa saran agar kamu semakin jeli dalam mengelola keuangan.

Jangan Terpaku pada Persentase Kepemilikan

Memiliki persentase saham terbesar memang menjadi cita-cita sebagian besar pendiri. Namun, kamu tetap butuh dukungan dari pihak luar untuk mengembangkan bisnis. Kehadiran investor yang tepat dapat menjadi peluang besar mendukungnya.

Keberlanjutan bisnis hingga ekspansi pun bisa semakin terjamin. Pada akhirnya, memiliki 20% saham perusahaan senilai US$100 juta lebih baik dibanding 60% saham perusahaan senilai US$10 juta.

Matangkan Tolok Ukur

Layaknya perusahaan besar, usaha rintisan juga butuh waktu untuk mengembangkan bisnis. Tolok ukur yang realistis akan membantu usahamu agar memiliki nilai lebih di mata investor. Tolok ukur tersebut biasa menjadi alat penilaian kinerja oleh investor.

Pahami Keterlibatan Investor

"Menentukan investor adalah tantangan bagi startup. Ia harus dapat memahami sejauh apa keterlibatan investor dalam bisnisnya kelak," kata Iwan dalam keterangan tertulis. Dalam investasi, ada beberapa pendekatan yang digunakan investor.

Ada investor yang mengadopsi filosofi investasi tranche (bagian atau potongan) yang menginvestasikan sejumlah dana dan memberikannya secara bertahap. Melalui pendekatan ini, investor aktif membantu para pendiri mencapai target dan tujuan.

Ada pula investor one–and-done. Mereka investasi sekaligus dalam jumlah besar di awal. Meski metode pertama tampak lebih menarik, struktur dana dari investasi ini biasanya memiliki nilai valuasi yang lebih ramping dan parameter lebih ketat dalam pengembalian modal dan pembagian keuntungan.

Iwan menyarankan, kamu bisa mencari jasa manajemen keuangan agar mampu memaksimalkan keuangan dan permodalan secara efisien. "Khususnya bagi mereka yang masih awam dalam pengelolaan keuangan," pungkasnya.