Perbedaan Membangun Brand dan Marketing dalam Bisnis

Branding 2
Branding 2

Branding kerap disalahartikan dengan marketing (pemasaran). Padahal, dua hal itu berbeda jauh. Branding adalah strategi untuk jangka panjang. Sebuah proses berkelanjutan yang tidak hanya dilakukan dalam waktu semalam untuk menanamkan sebuah kesadaran pada seseorang tentang suatu produk, citra, layanan, atau kesan baik.

Sebaliknya, marketing adalah turunan (bagian) dari branding. Strategi branding yang dilakukan perusahaan mencakup marketing. Dengan begitu, strategi marketing bisa dilakukan dalam waktu yang lebih pendek dan temporal.

"Dalam satu hari, ada setidaknya 5.000 merek berebutan di ingatan dan kesadaran kita. Merek sebanyak itu tidak akan mungkin semuanya kita ingat. Hanya merek yang memberikan kesan paling kuatlah yang kita ingat," tukas Chief Brand Consultant Bedrock Asia, sebuah brand consultant di Jakarta, Kwan Harsono beberapa waktu lalu.

Jadi, bagaimana merebut perhatian dan ingatan calon konsumenmu agar mengingat produk atau layananmu?

Dalam membangun brand, kata Kwan, seseorang biasanya akan mengingat bagaimana pengalamannya saat berinteraksi dengan brand tersebut. Ambil contoh pada brand sebuah bank. Nasabah akan mengingat pengalaman saat berkunjung ke kantor cabang atau mungkin ketika bertransaksi di ATM.

Ada beberapa hal yang akan diingat nasabah, apakah merasa urusannya dipermudah? Apakah mereka mendapatkan kepuasan dari rangkaian proses layanan tersebut? Apakah konsumenmu menemukan solusi dengan keberadaan perusahaanmu? Apakah solusi tersebut dilakukan dengan efektif dan efisien?

"Pengalaman ini membekas di benak konsumen. Seperangkat pengalaman itu yang akan membentuk brand sebuah layanan atau produk perusahaan. Bukan strategi marketing yang bisa dilakukan dalam semalam tetapi tidak berbekas di benak," tambahnya.

Bagaimana menemukan branding yang pas sesuai dengan usahamu? "Dengan bertanya pada diri kita sendiri. Siapa kita? Sejarahnya kita seperti apa? Karakternya seperti apa?" pungkasnya.

Nah, apakah usahamu sudah memiliki branding yang kuat di benak konsumen atau nasabahmu?