Pernah Audit Keuangan Sendiri? Bila Belum, Ini Caranya

audit uang
audit uang

Uang memang perkara sensitif. Namun, masih banyak orang menggunakannya tanpa sadar. Hal paling mudah untuk membuktikannya, coba sebutkan pengeluaran bulananmu tanpa menggunakan perkiraan. Pasti sulit bukan?

Oleh karena itu, ada baiknya kamu mulai membiasakan diri untuk mengecek arus kas tiap bulanannya. Kamu bisa melakukan audit sederhana untuk mengetahuinya dan dapat dilakukan sebulan sekali.

Setelah audit, kamu bisa mengetahui secara berkala pengeluaran dan pemasukan bulananmu. Ini panduan yang bisa kamu lakukan.

Cek Laporan Bulanan dari Bank

Untuk kamu pengguna kartu kredit, tagihan bulanan tak boleh kamu lewatkan. Melalui tagihan ini, kamu bisa tahu utang yang kamu miliki pada bank. Kamu bisa mengetahui kapan harus berhemat atau menghapus pengeluaran yang tidak perlu.

Buat Perencanaan

Dalam mengatur keuangan, memiliki tujuan yang jelas adalah hal penting. Selanjutnya, alokasikan uang untuk operasional, tabungan dan lain sebagainya. Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menyarankan untuk mengalokasikan 30% untuk bayar cicilan utang.

“Sebesar 10%-20% untuk investasi, sisanya untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari,” katanya,

Buat Rekening Terpisah

Memisahkan rekening tabungan dan kebutuhan sehari-hari akan membuatmu tidak bisa beralasan lagi bahwa uang tabungan tak sengaja terpakai. Agar lebih aman, simpan kartu ATM tabungan di rumah.

Buat Catatan Aktivitas Keuangan

Tiap kamu melakukan transaksi, catat dan lakukan evaluasi tiap akhir bulan. Kemudian, kamu harus disiplin menyisihkan dana untuk tabungan, asuransi, dan investasi.

Investasi

Bila kamu punya target memiliki rumah misalnya, untuk mempercepat waktu mewujudkannya, kamu perlu investasi. Bila perlu, kamu bisa mendatangi perencana keuangan untuk membantumu melakukan perencanaan yang matang.

Semoga bermanfaat.