Pinjaman Online di Tengah Pandemi, Ini Kata Perencana Keuangan

Ilustrasi
Ilustrasi

Mungkin sebelumnya tidak ada yang menyangka kalau dampak dari virus korona bisa sampai sebesar ini. Tapi faktanya banyak aktivitas ekonomi melambat. Malahan pertumbuhannya di triwulan pertama cuma mencapai 2,97 persen.

Pengusaha pun mulai kehabisan uang, sehingga terpaksa memotong upah para pekerjanya. Malahan yang sampai gulung tikar dan memberlakukan PHK juga tidak sedikit.

Akhirnya, banyak yang mulai mengalami masalah keuangan. Bagi yang punya simpanan atau dana darurat, kondisi ini mungkin masih bisa diatasi sementara waktu. Tapi kalau enggak punya?

Beberapa akhirnya mulai melirik pinjaman online, pinjaman cepat, pinjaman sehari approve, pinjaman manis, atau apalah istilahnya itu. Tapi tahukah kamu, mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per April kemarin, ditemukan ada 81 pinjaman online ilegal yang diblokir.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati, sebab fintech lending ilegal di tengah pandemi korona justru makin marak. Seperti kata Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Tumbur Pardede, meminjam di pinjaman online ilegal berpotensi mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

Misalnya data peminjam dicuri, malah ada yang sampai dipermalukan dengan menyebarluaskan foto mereka di media sosial. "Mereka (fintech lending ilegal) kadang mengintimidasi, mempermalukan, mengambil data kontak dan gambar. Semua diambil," kata Tumbur.

Duh, serem banget ya.

Meski dalam kondisi terdesak sekalipun, pastikan untuk tidak meminjam lewat platform fintech lending yang tidak terdaftar di OJK. Malahan seperti kata Master Financial Planner, Safir Senduk, sebisa mungkin jangan menambah utang di saat krisis.

Sebelum memutuskan meminjam, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut.

Hitung ulang pengeluaran rutin

Untuk melihat kondisi keuanganmu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menghitung ulang seluruh pengeluaran rutin. Kamu bisa membuat daftar seluruh pengeluaranmu. Dengan begitu kamu bisa melihat pengeluaran apa saja yang bisa dihilangkan atau ditekan nilainya.

Cari sumber pendapatan baru

Sikap pantang menyerah sangat penting nih di tengah kondisi sulit. Sebelum terburu-buru mengajukan pinjaman, kamu bisa berusaha mencari sumber pendapatan lain terlebih dahulu. Cara terbaik adalah mengandalkan skill atau kemampuan yang kamu miliki. Apapun hobi atau kemampuanmu, kalau jeli melihat peluang pasti bisa menghasilkan uang tambahan untukmu.

Misalnya, kamu memiliki kemampuan fotografi, kamu bisa membuka jasa foto makanan lho. Saat ini, banyak banget orang-orang yang menjual makanan untuk menambah penghasilan. Nah, mereka bisa jadi calon klienmu tuh, karena mereka pasti butuh foto yang bagus untuk mempromosikan dagangannya.

Cairkan asetmu

Jika memiliki aset yang mudah dijual, kamu bisa mencoba untuk menjualnya ketimbang mengambil pinjaman online dengan bunga pinjaman yang tak murah. Perhiasan emas dan logam mulia merupakan contoh aset yang mudah untuk diuangkan.

Itu tadi beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum mencari pinjaman. Namun Safir Senduk mengingatkan bahwa berutang itu memiliki komposisi tentang besaran dari penghasilan yang dimiliki.

Bagi seseorang dengan keuangan baik, mungkin ia akan selalu bisa memenuhi kewajiban utangnya. "Tapi bisa jadi beberapa di antara kamu malah sedang keberatan membayar utang cicilan yang mencapai 40 persen sampai 50 persen," kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa berutang sebaiknya untuk kebutuhan barang atau jasa yang memang benar benar dibutuhan dan produktif. Kalaupun ingin berutang untuk barang konsumtif, pastikan itu memang memberikan nilai lebih.

Ingatlah juga, pinjamlah pada lembaga keuangan yang terdaftar secara resmi. Safir juga mengatakan akan lebih baik kita mendahulukan dulu mendapatkan pinjaman dari keluarga atau kerabat, ketimbang terlibat utang dengan pihak ketiga seperti rentenir.

"Tidak semua hal harus diutangi,” tutupnya.