Terima THR dan Mendadak Konsumtif? Basi!

uang
uang

Puasa sudah berjalan kurang lebih satu pekan. Salah satu hal paling ditunggu saat Ramadan adalah Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah menetapkan, THR diberikan selambatnya sepekan sebelum Lebaran. Bila tahun sebelumnya kamu langsung menghabiskannya, pikir ulang tahun ini.

Perencana Keuangan Annisa Sagita mengatakan, THR adalah pemasukan tambahan di luar gaji bulanan sehingga penggunaannya harus diatur dengan benar. “Sesuai namanya, THR untuk menunjang kebutuhan hari raya karena kebutuhan hari raya pasti meningkat,” kata Annisa pada Kumparan.

Dus, alokasi THR harus sesuai kebutuhan hari raya, bukan untuk kebutuhan sekunder lainnya. “Seperti zakat, biaya makan selama puasa dan lebaran termasuk jika saat lebaran masak banyak untuk tamu. Harga-harga (bahan pangan) pasti naik,” ujarnya.

Selain itu, THR yang kita terima juga harus dialokasikan untuk memberi THR pada pekerja di rumah seperti asisten rumah tangga dan petugas keamanan. Budaya mudik juga seringkali butuh biaya lebih sehingga uang THR bisa dialokasikan untuk mudik dan segala keperluannya.

Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi, Annisa bilang, alokasikan THR untuk membeli keperluan sekunder lain seperti baju lebaran. “Kalau masih ada sisa, walau umumnya tidak, baru bisa dipakai untuk bayar utang, tabungan, investasi atau hiburan lainnya,” pungkasnya.