Tipe Karyawan yang Justru Akan Meracuni Bisnismu

Karyawan Beracun
Karyawan Beracun

Karyawan adalah aset berharga dalam bisnis. Karena itu, tidak heran bila pengusaha dunia seperti Jeff Bezos misalnya, mencurahkan perhatiannya pada rekrutmen karyawan. Bahkan ketika Amazon sudah besar sekalipun, Bezos terkenal masih sering bergabung dalam proses wawancara calon karyawannnya.

Meski begitu, dalam sebuah organisasi, keadaannya kadang tidak sempurna. Kamu akan menemukan tipe-tipe karyawan yang justru menyebarkan racun dan menjadi duri dalam daging. Mereka cenderung memiliki sikap negatif, penolakan terhadap perubahan, tidak bertanggung jawab dan tidak terorganisir, defensif dan kurang kredibilitas.

Di samping itu, karyawan beracun juga akan menurunkan tingkat produktifitas, meningkatkan frustrasi manajer serta menurunkan motivasi dan membuat marah karyawan yang baik agar meninggalkan perusahaan.

Apa saja kriteria karyawan beracun ini? Berikut seperti dikutip Bisnis.com dari Jobstreet:

Mudah Marah

Karyawan yang mudah marah adalah yang terburuk. Mereka tidak dapat bekerja dengan baik bersama karyawan lainnya dan tidak berorientasi pada pelanggan. Mereka dapat memberi kerugian bagi perusahaan dengan cara membuat pelanggan dan karyawan lainnya pergi karena tidak tahan dengan sifatnya yang pemarah.

Sifat: Secara umum sulit didekati dan tidak sabar. Tidak ragu untuk berargumen atau berteriak kepada klien dan kolega. Memiliki reputasi sering kehilangan kesabaran dan membuat kerusuhan di tempat kerja.

Cara mengatasi: Atasi perasaan negatif dengan mendekati karyawan pemarah ini menggunakan cara yang halus, sikap peduli dan tidak agresif. Kamu juga bisa mencari tahu alasan mereka marah dan menawarkan solusi pada masalahnya. Di akhir diskusi, cek karyawan tersebut untuk mengetahui perasaannya dan apakah mereka puas dengan solusi yang diberikan.

Pembuat Alasan

Kata favorit bagi karyawan tipe ini adalah “ini bukan urusan saya”. Pembuat alasan akan melakukan apa yang diminta. Mereka biasanya sangat tidak dapat dipercaya dan sangat baik dalam menolak membantu area atau divisi lain yang bukan wilayah pekerjaannya.

Sifat: Ahli dalam membuat alasan untuk menghindari permintaan kerja. Biasanya memiliki tingkat ketidakhadiran yang tinggi dan kurangnya motivasi. Dia juga hanya akan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan sedikit usaha.

Cara mengatasi: Membuat ekspektasi kerja yang jelas bagi seluruh karyawan selama wawancara. Kamu juga dapat melakukan review atas ekspektasi ini dari waktu ke waktu selama masa kerja karyawan. Jangan biarkan karyawan beracun ini mempengaruhi karyawan lainnya. Buatlah insentif pada kerja kelompok dan buat seluruh karyawan berkolaborasi dalam bekerja.

Tukang Nebeng

Sifat ini mirip dengan si pembuat alasan dalam banyak hal. Mereka sering absen kerja tanpa alasan yang kuat dan seorang yang membuat karyawan lainnya menjadi kelelahan karena mereka harus mengerjakan pekerjaan si pemalas.

Sifat: Tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentangnya, mereka akan mengabaikan dan terus melakukannya. Mereka juga memiliki motivasi kerja yang sangat rendah. Di samping itu, mereka juga memiliki ketepatan waktu yang buruk dan tidak komitmen dengan deadline.

Cara mengatasi: Bicara pada mereka dan mencoba mencari tahu rasa kesal yang disembunyikan dan bagaimana membantu memotivasi mereka selanjutnya. Kamu juga bisa membuat ekspektasi yang jelas, meminta mereka untuk lebih bertanggung jawab dan memiliki akuntabilitas pada pekerjaan mereka. Kamu juga bisa melakukan review dan pengecekan pekerjaan tiba-tiba/tak terjadwal.

Pesimis

Si pesimis pada umumnya kurang berpengaruh dibanding sikap beracun lainnya namun mereka memiliki kemampuan membuat semuanya di tempat kerja menjadi negatif, membuat dirinya dan karyawan lainnya muram. Si pesimis juga memiliki kecenderungan menjadi ‘Si Tukang Komplain”, tentang apapun dan kapanpun.

Sifat: Biasanya tidak tertarik pada opini orang lain dan perkembangan perusahaan. Menganggap bekerja, menghadapi pelanggan, atau bergaul dengan kolega dan atasan adalah sebuah beban.

Cara mengatasi: Bicara pada mereka, cari tahu ketidakpuasan mereka dan memperbaiki tempat kerja yang dapat bermanfaat bagi semua karyawan. Menyebarkan sikap positif dalam atmosfer kerja dengan membagikan berita positif dan pencapaian yang dibuat oleh anggota tim. Selalu menghargai dan memberi penghargaan pada karyawan sesuai prestasinya.