Bisnis Daycare Makin Dilirik Anak Muda

Karina Ditya Putri dan Ulfa Rahmanissa, Co-Founder KiDee Daycare Elnusa
Karina Ditya Putri dan Ulfa Rahmanissa, Co-Founder KiDee Daycare Elnusa

Kebutuhan daycare makin ke sini makin meningkat. Bagi pasangan muda yang bekerja, mereka lebih mempercayakan anaknya dititipkan di sini ketimbang di rumah.

Pasalnya daycare tak cuma menjaga dan merawat si kecil, tapi juga memberi edukasi dini yang bisa membentuk karakter yang lebih baik. Hal inilah yang jadi pertimbangan para orangtua memilih daycare.

Dari riset yang pernah dikeluarkan Technavio, pertumbuhan nilai pasar jasa daycare semua jenis ternyata mencapai USD54,51 miliar, lho. Dengan range tarif sekitar Rp2-4 juta per anak, bisnis ini pun makin dilirik anak muda.

Tapi ingat, kalau kamu tertarik terjun ke bisnis ini, sekarang orangtua semakin selektif dalam memilih daycare. Sebab ya itu tadi, orangtua tak ingin daycare cuma jadi tempat penitipan. Melainkan sebagai rumah untuk belajar dan bersosialisasi dengan anak-anak yang lain.

Para orangtua juga mempertimbangkan banyak faktor, seperti biaya, infrastruktur, lokasi, kualitas pengaturan pengasuhan anak ketika memilih tempat pengasuhan anak. Mereka juga mulai melihat baby catering service hingga layanan psikolog anak. Lebih lagi, daycare dengan sertifikasi khusus akan lebih dipilih mereka.

Tapi ya itu tadi, menjalankan bisnis ini sebenarnya tidak mudah. Daycare bukan cuma tempat bermain anak. Di balik itu, ada tanggung jawab besar mengingat kamu dititipkan anak-anak yang umumnya berusia di bawah lima tahun.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan untuk memulai bisnis ini. Simak yuk.

1. Tenaga kerja profesional

Ini sangat penting. Dipilihnya daycare oleh orangtua karena mereka berharap ada tenaga profesional yang memang terlatih berurusan dengan anak. Kamu bisa mencoba mencari pengasuh yang merupakan lulusan ilmu perkembangan anak. Ingat, pengalaman juga penting di sini. Serta pastikan jumlah pengasuhmu sebanding dengan anak-anak yang dititipkan tersebut ya.

2. Perlengkapan bermain

Yang namanya anak-anak ya tentu sangat ingin bermain. Pilihlah perlengkapan permainan yang bisa menstimulasi tumbuh kembang anak.

Sediakan juga playground yang kokoh dan tidak cepat rusak. Jangan lupa perhatikan kebersihan serta keamanan tiap komponennya. Lengkapi juga dengan mainan edukatif seperti puzzle, balok kayu, atau permainan mencocokkan bentuk dan warna.

3. Kurikulum

Selain itu, siapkan kurikulum yang bermutu. Para orangtua pada dasarnya tak masalah tarif mahal selama service termasuk kurikulum yang diberikan memang sepadan. Pelajari hal ini. Malah akan lebih baik lagi bila kamu menghadirkan ahli pendidikan anak untuk urusan ini. Di dunia pendidikan anak usia dini sendiri kurang lebih ada 4 jenis kurikulum, yakni Montessori, Waldorf, Reggio Emilia, dan High Scope.

4. Lokasi

Ini dia. Lokasi akan menentukan kesuksesan daycare. Umumnya orangtua ingin lokasi yang dekat dengan kantornya. Kalaupun agak jauh, lokasi yang mudah dijangkau transportasi bisa jadi pertimbangan mereka.

Nah, untuk melihat bagaimana membangun bisnis daycare, kamu bisa mengambil contoh dari duo Co-Founder KiDee Childcare Elnusa, Karina Ditya Putri dan Ulfa Rahmanissa.

Penasaran bagaimana mereka menjalankan bisnis ini? Yuk simak video berikut.

Bisnis Daycare, Bukan Sekadar Tempat Penitipan Anak