Bisnis Jasa Desain Grafis, Panen di Masa Pandemi

Desain grafis makin dicari saat banyak perusahaan fokus di ranah digital
Desain grafis makin dicari saat banyak perusahaan fokus di ranah digital

Selama pandemi, banyak perusahaan mulai mengalihkan aktivitas bisnisnya ke ranah digital atau online. Nah, gara-gara itu, para penjual jasa desain grafis tiba-tiba jadi rebutan.

Salah satu alasannya simpel: hampir semua perusahaan kini mulai menggunakan media sosial untuk menjalin hubungan dengan pelanggannya. Biar kontennya terlihat menarik, mereka tentu butuh orang-orang kreatif di belakangnya.

Hal ini tentu jadi kabar bagus bagi kamu yang merasa punya skill di bidang desain grafis. Sekarang tinggal bagaimana kamu memanfaatkan peluang ini jadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Perlu diketahui bahwa jasa desain grafis itu macam-macam. Beberapa di antaranya:

Drafter

Untuk keperluan arsitektur, rancang bangun simetris dan 3 dimensi

Editor

Membuat banner, cover, background untuk spanduk, dan semacamnya.

Layouter

Untuk tatanan majalah, koran, dan semacamnya

Art director

Visual effect untuk perfilman

Animator

Membuat motion graphic, iklan atau film fantasi.

Visualisator

Menggambar produk secara real atau 3D.

Integrated desainer

Pembuatan game, CD interaktif, web desain, dan lain-lain.

Jadi tentukan dulu mana yang kira-kira paling kamu kuasai. Masing-masing jenis desain grafis, ilmu atau penguasaan aplikasi atau software-nya berbeda.

Misalnya, untuk drafter, maka kamu butuh menguasai Autocad, Archicad, 3D Revit Architecture. Sedangan untuk Editor dan Layouter, kamu minimal harus bisa Corel Draw, Freehand, Illustrator, Adobe Photoshop, Adobe Page Maker, Adobe In Design, dan semacamnya.

Beda lagi dengan animator dan visualisator yang harus bisa menggunakan Macromedia Flash, After Effects, hingga Digital Clay. Jadi harus jelas dulu kamu mau pilih yang mana.

Namun setidaknya, semakin banyak jenis desain grafis, maka semakin besar peluang kamu untuk menjalankan bisnis ini. Enaknya lagi, bisnis jasa desain grafis bisa kamu lakukan tanpa harus resign dari kantor. Ya bisa jadi sampingan paling asyik deh.

Bagaimana Cara Memulainya?

Enggak perlu bingung harus memulai dari mana. Kamu bisa memulainya dari lingkungan terdekatmu dulu. Caranya dengan mengabarkan kepada teman-temanmu bahwa kamu membuka jasa desain grafis.

Manfaatkan media sosial untuk menawarkan jasamu agar semakin banyak orang yang tahu. Saat berpromosi di medsos, lengkapi dengan tanda pagar atau hashtag agar bisnismu mudah dicari atau ditemukan orang berdasarkan tanda pagar yang sesuai.

Lakukan sistem jemput bola. Kamu bisa menghubungi para pemilik bisnis melalui medsos dan menginformasikan jasa yang kamu tawarkan. Sertakan portofolio kamu baik yang pernah dimuat maupun yang belum.

Berapa modalnya?

Pada dasarnya bisnis ini tidak membutuhkan modal yang besar karena merupakan bisnis jasa. Tapi bukan berarti enggak perlu keluar modal sama sekali ya. Ada beberapa aset yang harus kamu miliki sebelum menjalankan bisnis ini.

Skill

Modal utama menjalankan bisnis ini tentu saja soal skill atau kemampuan desain grafismu. Buat kamu yang memang sudah lama berkecimpung di bidang ini atau minimal pernah menempuh pendidikan desain grafis, modal ini tentu sudah kamu miliki. Jadinya enggak ada uang yang dikeluarkan lagi.

Laptop , Drawing Pad, dan Gadget Pendukung Lainnya.

Ini adalah senjatamu. Ibarat pisau bagi seorang chef. Laptop yang performanya bisa “ngangkat” kebutuhan desain biasanya berkisar antara Rp10-15 juta. Ada sih yang lebih dari itu, tapi untuk awal bolehlah yang standar dulu.

Software

Nah, meski aplikasi pendukung desain banyak yang gratisan, tapi biasanya beberapa fitur masih tersimpan. Untuk membukanya kamu harus langganan atau membelinya.

Tapi daripada yang bajakan, lebih baik memang kamu beli lisensinya saja supaya lebih aman dan tenang saat menggunakannya. Jangan sampai jiwa kreatif kamu mentok di software bajakan, Guys. Harganya pun bervariasi. Ada yang ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Berapa Tarif Kamu

Bagian ini sebenarnya masih debatable. Di sinilah kamu membutuhkan skill pemasaran kamu saat negosiasi harga dengan klien. Ingat, bisnis ini adalah bisnis kepercayaan. Jika pelayanan dari jasa yang kamu berikan memuaskan, maka harga yang kamu minta biasanya akan dituruti.

Seperti jasa lain, bisnis jasa desain grafis bisa “borongan dan ketengan”. Hasil bincang Smart-Money.co dengan sejumlah pelaku bisnis jasa ini, mereka membanderol tarif Rp250 ribu sampai Rp500 ribu untuk satu desain logo. Itu versi murahnya ya. Bayangkan jika banyak proyek yang kamu dapatkan. Bisa jadi jutawan dari hobi desain, deh.

Tips Sukses Bisnis Jasa Desain Grafis

Ada sebuah meme menarik yang viral beberapa waktu lalu. Meme tersebut menggambarkan tentang “serunya” profesi desain grafis yang harus kejar-kejaran sama klien. Nah, meme tersebut bisa jadi tips bagus untuk kamu yang ingin menjalankan bisnis jasa ini.

(Sumber: Facebook Meme Comic Lovers)

Bagaimana, tertarik merasakan sensasi dikejar klien dengan menjalankan bisnis jasa desain grafis? Yuk manfaatkan bakatmu di dunia desain.

Untuk solusi modal, kamu bisa memanfaatkan cicilan BCA bunga ringan. Cicilan ini dapat berlaku untuk setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA.

Untuk transaksi minimal Rp500.000 kamu dapat mengubahnya menjadi transaksi cicilan per bulan dengan bunga yang sangat kompetitif. Jangka waktu cicilan juga dapat dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari 3 bulan hingga 36 bulan.

Cara Ubah Transaksi Kartu Kredit Jadi Cicilan Ringan BCA