Bisnis Sambil Kuliah yang Antimainstream? Reseller Udang Saja

Ilustrasi
Ilustrasi

Kian tingginya biaya untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pendidikan kuliah, makin dirasakan banyak orang. Kamu tentu tidak mau kan kuliahmu terkendala biaya? Apalagi kalau terus menerus minta ke orangtua.

Nah, beberapa mahasiswa mental baja akhirnya memutuskan untuk mencari penghasilan sambil kuliah. Caranya macam-macam. Ada yang sambil mengajar, mengambil pekerjaan paruh waktu, hingga ada juga yang terjun ke dunia dagang alias bisnis.

Bisnis, baik barang ataupun jasa, mungkin jadi pilihan yang cukup favorit. Mulai dari sekadar jualan pulsa, waralaba makanan dan minuman, ataupun jualan jasa seperti fotografer, penerjemah, dan masih banyak lagi.

Namun kalau dipikir-pikir, bisnis sampingan ini sudah banyak saingannya. Jangankan antar mahasiswa, kompetitornya sangat luas hingga ke level pekerja. Kalau sudah begitu, kenapa tidak mencoba bisnis sampingan yang antimainstream saja?

Pernah mendengar bisnis reseller udang? Bisnis ini bisa memberikan kamu keuntungan besar, lho. Apalagi Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil udang terbaik.

Nah, salah satu yang paling menarik kamu coba reseller udang merek Java Sea. Soal kualitas, udang Java Sea sudah berlevel internasional. Ekspornya saja sudah merambah hingga Malaysia, Hong Kong, China, bahkan Jepang.

Khusus Jepang, kamu tahu dong bagaimana ketatnya seleksi produk di sana? Nah, lantaran udang Java Sea sangat mengedepankan kualitas, banyak perusahaan Negeri Matahari Terbit yang mengincarnya. Malah bisa dibilang restoran-restoran ternama Jepang mengimpor udang dari kita lho. Salah satu yang terbesar ya dari Java Sea ini.

Pemilik Java Sea, Johan Tasman, mengamini hal tersebut. Saat ditemui Smart-Money.co di kantornya beberapa waktu lalu, Johan pun bercerita bagaimana perusahaan Jepang hanya menginginkan udang "bintang lima".

Tak tanggung-tanggung, mulai dari cara menangkapnya, kemudian dalam hal penggunaan esnya, semua benar-benar menerapkan standar tinggi.

Es yang dipilih Java Sea pun tidak dari air sembarangan. Ia tahu betul apabila kualitas esnya saja tidak bagus, maka hasilnya tidak akan merata. Hal inilah yang banyak terjadi pada nelayan lainnya.

"Padahal kualitas tangkapan yang baik akan memudahkan produk nelayan ini diterima oleh industri. Ini yang jarang diperhatikan. Ikan juga jangan sampai terkontaminasi solar," lanjut Johan.

Ia menambahkan pabrik es yang dibuat pengusaha akan lebih baik jika terintegrasi dengan pabrik pengolahan. Tujuannya agar operasional pabrik tetap terjaga saat permintaan es serpih berkurang akibat nelayan terhambat cuaca, seperti gelombang tinggi saat melaut.

Berangkat dari situ pula, Johan kemudian membuat pabrik es sendiri. Rupanya, keputusannya tersebut berujung pada kepercayaan dari para pelanggan, termasuk para pedagang dari Jepang itu tadi.

Jadi, mengapa harus berpikir dua kali untuk menjadi reseller udang Java Sea? Johan sendiri membuka pintu lebar pada siapa saja kok yang ingin bermitra dengannya.

Sekadar informasi, produk Java Sea ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai supermarket di Indonesia, mulai dari Hypermart, Foodmart, Ranch Market, Farmers Market, Food Hal, Kem Chicks, AEON, Giant dan Lotte. Tak hanya di supermarket, produk ini juga bisa ditemukan di lapak daring seperti Tokopedia, Shopee dan Blibli, lho.