Bisnis Virtual Photoshoot, Cuannya Enggak Disangka-sangka

Fotografer pemula mulai banyak memanfaatkan tren virtual photoshoot
Fotografer pemula mulai banyak memanfaatkan tren virtual photoshoot

Pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi berbagai usaha dan bermacam jenis profesi pekerjaan di masyarakat. Beberapa pekerjaan bahkan mulai terseok-seok.

Sebut saja seperti bidang usaha event organizer, kuliner, otomotif, fotografi, dan banyak profesi lainnya. Mereka pun harus berupaya putar otak untuk sekadar menyelamatkan saldo.

Bagi para fotografer, misalnya. Selama pandemi, mereka kerap sepi orderan. Pernikahan dan pranikah banyak yang ditunda. Begitu pula acara-acara yang sifatnya pesta. Belum lagi pandemi juga membuat banyak orang menunda berwisata.

Belakangan, muncul tren virtual photoshoot. Tadinya, kegiatan ini lebih sekadar hobi untuk mereka yang doyan fotografi. Namun berhubung pesanan fotografer mulai sepi, hobi ini mulai jadi mata pencaharian.

Lalu seperti apa sih virtual photoshoot itu? Apa benar kegiatan ini bisa jadi bisnis menguntungkan selama pandemi? Simak yuk.

Apa itu virtual photoshoot?

Virtual photoshoot merupakan pemotretan jarak jauh sehingga fotografer dan model foto tidak perlu bertemu secara langsung atau berada di tempat yang sama. Dengan cara ini, momen penting tetap dapat diabadikan dengan tetap mematuhi salah satu protokol kesehatan, yakni physical distancing.

(Baca: Virtual Photoshoot, Solusi Usir Stres ala Anak Foto)

Apa saja tantangannya?

Karena pemotretan dilakukan dari jarak jauh, tantangan terbesar yang dihadapi fotografer tentu saja soal pemilihan lokasi foto dan mengarahkan gaya. Fotografer dituntut untuk memiliki mata yang jeli untuk menganalisa spot-spot menarik di lokasi model berada sekaligus mengarahkan gaya yang tepat.

Selain itu, kedua pihak sama-sama harus memiliki koneksi internet yang stabil sehingga virtual photoshoot dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan foto yang berkualitas.

Modal yang dibutuhkan beserta biayanya

Buat kamu yang ingin beralih ke bisnis jasa foto virtual, tentu ada modal yang harus dikeluarkan untuk investasi peralatan, seperti kamera beserta lensanya, laptop, layanan internet, dan properti untuk foto. Detail perkiraan biaya yang harus dikeluarkan bisa kamu lihat di bawah ini.

· Kamera + lensa: Rp8-10 juta

· Laptop: Rp10-14 juta

· Properti foto (tanaman sintesis, lampu hias, dll): Rp1 juta

· Layanan internet: Rp200-500 ribu per bulan

Total biaya investasi awal yang dibutuhkan maksimal sekitar Rp26 juta belum termasuk layanan internet yang merupakan biaya operasional.

Menentukan tarif jasa

Dari telusuran Smart-Money.co, tarif virtual photoshoot cukup bervariasi. Rata-rata tarifnya mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta per jam, tergantung popularitas fotografer dan tingkat kesulitannya.

Katakanlah sebagai pemula, kamu memasang tarif Rp500 ribu per jam dan satu bulan kamu mendapatkan 20 orderan, maka omzet yang kamu dapatkan per bulan sekitar Rp10 juta. Lumayan banget, kan?

Yuk, manfaatkan hobi dan skill fotografimu. Lengkapi persenjataan mulai dari kamera, lensa, dan lain-lain. Agar tidak mengganggu cashflow, cicilan BCA bunga ringan bisa jadi solusi.

Kamu bisa memanfaatkan Cicilan BCA untuk setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA. Ubahlah cicilan ringan per bulan.

Untuk transaksi minimal Rp500.000 kamu dapat mengubahnya menjadi transaksi cicilan dengan bunga yang sangat kompetitif. Jangka waktu cicilan juga dapat dipilih sesuai kebutuhan mulai dari 3 bulan hingga 36 bulan.

Klik untuk Cara Ubah Transaksi Kartu Kredit Jadi Cicilan BCA