Cara Mendapatkan Untung dari Koleksi Sneaker Milikmu

Cara Mendapatkan Untung dari Koleksi Sneaker Milikmu
Cara Mendapatkan Untung dari Koleksi Sneaker Milikmu

Di kalangan para anak muda, sneaker memang memiliki pesona tersendiri. Sedangkan di kalangan sneaker head (sebutan pecinta sneaker), sepatu jenis ini juga bisa menjadi instrumen investasi yang bila dijual kembali, harganya bisa naik berkali lipat.

Sebagai informasi, sneaker sebenarnya merupakan salah satu sebutan gaul untuk sepatu olahraga. Julukan lainnya adalah plimsolls, trainers, kicks, takkies, dan keds. Buat kamu yang sudah punya koleksi sneaker namun tidak tahu cara mendapatkan untung dari koleksi itu, jangan khawatir.

Harga sneaker sangat tergantung kuantitas. Menurut laporan Kontan, kenaikan harga sneaker bisa berkali-kali lipat harga toko. Yherry Eko Saputro sudah membuktikannya sendiri melalui sepatu Nike Dunk Pigeon yang ia miliki.

"Sepatu skateboard ini hanya diproduksi 300 pasang di dunia dan saya lepas seharga Rp 26 juta. Padahal, harga aslinya hanya Rp 2,3 juta. Arti, harganya naik 11 kali lipat lebih," katanya.

Namun, kenaikan ini masih belum seberapa. Menurut kolektor sneaker Remon Nessa, ada pecinta sneaker Indonesia yang memiliki Nike Air Yeezy Red October 2. "Nilai pasarannya kini sudah sekitar Rp70-80 juta. Padahal, harga awal sepatu yang meluncur pada 2013 ini cuma Rp 3,5 juta. Ini edisi terakhir kolaborasi Nike dan Kanye West (penyanyi rap asal AS)," ujarnya.

Sebagai informasi, Kanye West bekerja sama Adidas sejak 2015. Pada November 2016 lalu, produsen sepatu asal Jerman itu merilis Adidas Yeezy Boost 350 V2 yang merupakan hasil kolaborasi dengan Kanye West dan diklaim paling populer sepanjang 2016 lalu.

"Tapi sejatinya, tidak ada harga patokan sneaker di pasar sekunder. Harganya tergantung dari kuantitas sneakers," katanya. Maksudnya, produksinya terbatas. Makanya, berkembang jargon 'beli hari ini, besok harga bisa naik'.

Selain limited edition, Yherry menambahkan, hal yang juga menentukan harga sneaker di pasar sekunder adalah nilai historis. "Sekalipun produksinya massal, kalau memiliki nilai sejarah, harganya bisa melambung tinggi," katanya.

Contoh, Nike Air Jordan buatan 1994 yang merupakan sepatu basket bukan limited edition. Karena sepatu ini sudah jarang dan memiliki nilai historis, kini harga sepatu ini naik berpuluh-puluh kali lipat. "Dulu saya membeli sepatu ini seharga Rp397 ribu, kini nilainya di atas Rp 10 juta. Ada yang mau (beli) tapi tidak saya jual," ungkap pemilik toko sepatu My Shoes itu.

Penentu harga sneaker di pasar sekunder lainnya, kata Yherry, apakah sepatu itu hasil kolaborasi dengan artis atau atlet terkenal. Mengingat pada 1-3 Maret 2018 mendatang akan ada Jakarta Sneaker Day, kamu bisa berburu sneaker untuk menambah koleksi. Jangan lupa bawa produk PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk mendapatkan beragam keuntungan.