Cara Menerbitkan, Menjual, dan Memasarkan Buku Sendiri

Tulis, terbitkan, dan jual semuanya sendiri.
Tulis, terbitkan, dan jual semuanya sendiri.

Menerbitkan buku sendiri alias self publishing memang semakin diminati banyak orang. Dengan cara ini, penulis bisa lebih efisien mengatur waktu, tenaga, dan pikiran. Tapi semua itu tak mudah di zaman digital.

Menurunnya tren buku konvensional jadi tantangan tersendiri bagi penulis. Beberapa mulai beralih ke buku digital atau ebook dengan pertimbangan distribusi yang lebih efektif.

Itulah mengapa sejumlah perusahaan penerbit kini juga mulai ikut beralih ke digital. Kalaupun masih menerbitkan buku fisik, seleksinya jadi lebih ketat dan kompetitif karena mereka melakukan pembatasan.

Hal inilah yang lantas mendorong sejumlah penulis menerbitkan bukunya sendiri. Self publishing pun jadi alternatif paling rasional mengingat persaingan yang kian ketat.

Lalu bagaimana dan apa saja yang perlu disiapkan untuk menerbitkan buku sendiri?

1. Siapkan Naskah yang Sudah Siap

Ingat, naskah yang mau diterbitkan harus sudah disunting dan diedit. Jika lewat penerbit, biasanya mereka menawarkan jasa penyuntingan lagi, tapi karena ini self publishing, kamu harus melakukannya sendiri.

2. Siapkan Modal

Besar kecilnya modal tergantung di mana kamu mengurus percetakannya. Selain itu, harga per halaman dan jenis kertas juga berbeda-beda. Jadi perluas wawasan kamu soal percetakan mana saja yang harga dan kualitasnya seimbang.

3. Layout

Kalau kamu jago desain dan layout, silakan kerjakan sendiri demi memotong kebutuhan modal. Tapi kalau tidak, kamu bisa menyerahkan urusan layout ini ke freelancer. Oya, beberapa percetakan juga ada yang menawarkan jasa layout dengan harga paket. Jadi bandingkan dengan bijak.

4. Desain Cover

Tidak semua layout freelancer bisa mendesain cover. Ingat, cover itu sangat penting dan jadi salah satu media promosi. Kamu harus memperhatikan font tulisan, judul, hingga warna cover yang menarik.

5. ISBN

ISBN (International Standard Book Number) adalah identifikasi unik yang terdiri 13 digit angka yang dikelola Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) sebagai identitas buku. Sebenarnya pembiayaan ISBN untuk satu judul buku digratiskan sejak tahun 2011. Yang penting, pemohon harus memenuhi syarat-syaratnya yang bisa kamu lihat di sini.

6. Menentukan Harga

Nah, menentukan harga buku ini perlu analisa dan perhitungan rasional. Beberapa orang menggunakan 3 hal berikut untuk menentukan harga bukunya:

- Harga Pasaran

Cek harga buku yang kira-kira memiliki tema dan jenis yang sama. Termasuk dari tebalnya, jenis kertas, dan lain-lain.

- Kinerja

Pertimbangkan kinerja yang sudah kamu keluarkan, termasuk kinerja dari orang lain yang kamu libatkan. Jangan sungkan memberi nilai lebih bila kamu merasa isi buku sangat eksklusif dan datanya sulit didapatkan.

- Distribusi

Hukum ekonominya, semakin sedikit buku yang dicetak, umumnya semakin mahal harganya. Tapi tentunya kamu harus punya alasan tambahan mengapa buku kamu layak dihargai tinggi.

Itulah tadi 6 tahap yang perlu kamu siapkan untuk menerbitkan buku sendiri. Berikutnya tinggal jual dan pasarkan.

Kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkannya. Kamu bisa mengandalkan influencer atau sosok tertentu untuk mengenalkannya ke publik. Selamat mencoba ya.

Namun jika kamu kepikiran untuk mencari keuntungan dengan menerbitkan versi ebook, simak artikel Smart-Money.co soal potensi jualan buku di Google Play Books di tautan ini.

Enggak salah dong cari cuan dari berbagai media. Semangat, kamu pasti bisa.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.