Cara Mudah Menentukan Harga Jual, Pemula Langsung Bisa

Susah enggak sih menentukan harga?
Susah enggak sih menentukan harga?

Saat ide bisnis sudah ketemu, lalu modal dan rincian biaya pembuatan sudah dibuat, kadang orang bingung menentukan harga jual produk. Kamu begitu juga enggak?

Menentukan harga jual produk memang gampang-gampang susah. Gampang menyebutnya, susah menjelaskannya. Pasalnya kita kerap ragu apakah angka yang kamu tetapkan itu kemurahan atau kemahalan.

Beberapa orang lantas cari gampangnya saja, yakni mengikuti harga pasaran. Namun hatinya kembali ragu ketika browsing di internet dan bertemu pendekatan-pendekatan yang berbau strategi pemasaran dan penjualan.

Aduh, bagaimana dong? Biar hati tenang, yuk kita bahas.

Dilansir entrepreneur, harga jual itu biaya produksi ditambah profit. Biaya produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat suatu produk. Biaya-biaya itu meliputi bahan baku, overhead, tenaga kerja, dan kemasannya.

Ambil contoh kue. Untuk jadi satu resep, berapa total biaya yang kamu keluarkan. Kemudian hitung satu resep itu bisa dapat berapa biji/buah/atau satuan lain. Misalnya berapa bungkus, berapa dus, berapa toples, berapa gram, dan lain sebagainya.

Kemudian soal bahan baku. Ini juga gampang-gampang susah.

Masih mengambil contoh tadi, untuk membuat satu resep kue, jumlah bahan yang kamu butuhkan mungkin tepung 50 gram, choco chips 150 gram, gula 250 gram, dan lain sebagainya. Tapi kamu enggak mungkin kan beli tepung ke warung cuma 50 gram? Kamu pasti belinya sekilo, dua kilo, dan seterusnya.

Nah, untuk menghitung biaya produksi kamu bisa pakai hitungan seperti ini:

Misalnya tepung 50 gram = 50/1000 gram x Harga terigu 1 kg Rp14 ribu= Rp7 ribu.

Chocolate chips 150 gram = 150/250 gram x harga chocolate chips 250 gram Rp20 ribu= Rp12 ribu.

Apa Itu Overhead?

Overhead adalah istilah untuk modal produksi seperti biaya gas, listrik, ataupun tenaga yang mengerjakannya. Kamu bisa menghitung misalnya dalam sebulan kamu butuh berapa tabung gas. Demikian juga dengan tagihan listrik.

Hanya saja hal ini kerap berubah-ubah. Apalagi bila produkmu tergolong bisnis atau usaha kecil. Itulah kenapa biasanya orang tidak menghitung pengeluaran di sini. Kecuali, bila nanti bisnismu sudah besar, barulah perhitungan ini wajib diperhatikan.

Menghitung Bayaran Tenaga Kerja

Untuk tenaga kerja juga bisa berbeda. Ada yang menerapkan pembayaran dengan metode per produk. Misalnya untuk satu produk dia dibayar berapa. Tapi ada juga yang all in atau borongan dengan gaji tetap.

Menghitung Kemasan

Nah untuk hal ini juga penting. Biaya kemasan sejatinya perlu kita masukkan dalam anggaran biaya produksi. Hitung satu resep atau sekali masak/buat/produksi bisa dapat berapa kemasan. Tambahkan bila kemasan pilihanmu menggunakan hiasan, stiker, perekat, dan lain sebagainya.

Dengan menghitung itu semua, kamu jadi bisa menentukan harga jual produkmu. Misalnya satu resep memerlukan total Rp100 ribu. Kemudian dari 1 resep itu bisa dapat 50 kue.

Berarti biaya produksi per kue= Rp100.000/50 = Rp 2000

Nah, di sini tambahkanlah profit.

Bagaimana Menentukan Profit

Untuk menentukan profit kembali ke masing-masing. Tergantung pada siapa target pasarnya. Bisa 50 persennya, 100 persennya, 200 persennya, terserah.

Nah, sekarang kamu bisa deh menentukan berapa harga kuemu. Apakah Rp3.000, Rp4.000, Rp6.000 atau bahkan Rp7.500.

Profit ini bisa kamu gunakan untuk apa saja yang kamu inginkan. Namun ingat, peralatan yang kamu gunakan pasti ada usianya. Bisnismu pun butuh pengembangan. Jadi pergunakanlah profit sebijak mungkin.

Ingat, pisahkan rekening bisnismu dengan rekening pribadi. Buka rekening baru. Sekarang buka rekening tinggal pakai HP kok. Enggak perlu keluar rumah.

Klik di sini untuk caranya.