Cara Mulai Bisnis Kecil yang High-End

Ilustrasi
Ilustrasi

Gen Z dikenal sebagai penyuka merek-merek mewah. Di bidang fesyen, misalnya. Generasi ini telah menjadi konsumen rumah mode mewah sepanjang tahun 2021.

Faktornya, lantaran perilaku dan gaya Gen Z memang tampak berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Malah, generasi ini sangat berpengaruh terhadap dunia fesyen.

Nah, bagi kamu yang ingin memulai bisnis, terjun ke bisnis high-end memiliki potensinya tersendiri, apalagi ditopang oleh Gen Z yang suka produk-produk berkelas.

Lalu bagaimana caranya mencapai nilai merek dan kekuatan harga yang lebih tinggi sebagai seorang pemula?

1. Lupakan kebijaksanaan konvensional, strategi pemasaran, dan praktik manajemen

Berpatokan pada praktik bisnis standar tidak akan cocok untuk membangun bisnis high-end. Alasannya terletak pada pola pikir konsumen high-end. Pemasaran afiliasi, diskon besar-besaran, dan taktik penjualan lainnya tidak meyakinkan penyuka barang high-end untuk membeli.

Makanya, nilai yang dibuat serta penyampaiannya harus disesuaikan dengan pelanggan khusus ini. Analisis bagaimana cara pelanggan ideal ini hidup, bekerja, bersenang-senang, dan berlibur. Pesan yang disampaikan harus sesuai dengan gaya hidup mereka. Ini satu-satunya cara untuk bisa terhubung lebih dalam dengan konsumen khusus ini.

Paling penting, tawarkan konsumen khusus ini dunia yang baru, yang memungkinkan transformasi dalam hidup mereka. Jangan bertujuan untuk memecahkan masalah. Ciptakan mimpi sebagai gantinya, yakni ruang baru untuk ditemukan dan bereksperimen.

2. Rangkul kejanggalan dan amankan identitas merek

Jika merek ikonik mengilhami emosi, maka inspirasi di balik ide bisnis mungkin memicu rasa ingin tahu apakah hal itu unik atau tidak.

Pikirkan tentang dampak dari kombinasi "aneh + wow". Setiap orang memiliki kebiasaan dan wawasan unik masing-masing. Jangan sembunyikan hal-hal itu. Keunikan itulah yang membuat menarik dan dapat membentuk niche tersendiri dalam bisnis.

Identifikasi cerita yang dimiliki, buat dan jual. Kisah sebagai pendiri atau sesuatu yang membuatnya unik. Konsumen high-end menghargai keaslian di atas segalanya.

3. Bersiaplah untuk kehilangan penjualan

Meluncurkan merek kelas atas dan menjadi sukses bukanlah keinginan semua orang. Menciptakan eksklusivitas berarti menahan dorongan untuk mengabaikan dan menanggapi permintaan yang meningkat. Dengan kata lain, yang paling penting adalah apa yang ditinggalkan.

Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum terjun ke bisnis high-end. Apakah bersedia membangun gerbang yang hanya dapat diakses oleh elit terpilih? Apakah siap menolak beberapa klien yang meminta jeda pada harga?

Pengalaman dari pengusaha yang sudah terjun ke bisnis terbatas ini menunjukkan bahwa beberapa orang tergoda untuk setuju dengan diskon guna mengamankan penjualan. Mereka tidak menyadari bahwa mendapatkan rasa hormat dari orang-orang kaya berarti mengatakan tidak kepada mereka. Sebuah merek mewah memiliki kekuatan untuk mengatakan tidak kepada pelanggan.

Sebagai startup, tekankan eksklusivitas sejak awal adalah sebagian besar konsumen high-end menginginkan merek kelas atas justru karena tidak mudah diakses. Mereka menghargai sensasi dan kesenangan yang dikaitkan dengan pembelian barang mewah.

4. Konsistensi merek terjadap janji mereka

Di antara tantangan yang dihadapi startup high-end adalah memenuhi janji merek secara konsisten. Pelanggan high-end membeli produk dan segala sesuatu yang diwakili oleh merek. Kualitas unggul harus meresapi semua aspek bisnis, mulai dai pakar produk di lantai penjualan, tim kurator merek di kantor pemasaran, pemasok, kolaborasi serta kemitraan dari bisnis high-end tersebut.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.