Kekuatan Baru Itu Bernama Industri Kreatif

Kekuatan Baru Itu Bernama Industri Kreatif
Kekuatan Baru Itu Bernama Industri Kreatif

Beberapa tahun terakhir, industri kreatif bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia. Seiring waktu, kontribusi industri ini pada perekonomian negara makin signifikan.

Hal yang membuat industri ini menarik adalah, pertumbuhannya didukung kelas menengah. Selain itu, para pelaku industri ini sangat adaptif, mereka mampu memahami minat dan selera pasar.

Tak heran, produk-produk industri kreatif yang hadir ke pasar selalu inovatif, segar dan disukai konsumen. Saat ini, jumlah unit usaha ekonomi kreatif sudah mencapai 5,4 juta unit.

Meski demikian, jangan khawatir, celah untuk masuk ke bisnis di industri kreatif ini masih terbuka lebar. Sebab, masih banyak pasar yang belum tergarap.

Pengamat pariwisata dan industri kreatif Erda Rindrasih bilang, industri pariwisata merupakan salah satu industri yang bisa menyatukan pariwisata dengan ekonomi kreatif.

Meningkatnya kelas menengah di Indonesia membuat peluang pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif terbuka lebar.

"Pariwisata dan ekonomi kreatif menunjang satu sama lain. Demikian, terdapat pasar-pasar yang bisa digali lebih dalam lagi," kata Erda. Erda menyorot, pergeseran gaya berwisata dari berkelompok menjadi individu membuat banyak hal bisa dijual.

"Pergeseran yang terjadi, dari mass travel menjadi special treatment. Dulu yang berwisata mereka yang berusia matang, kini yang muda juga berani. Pergeseran ini membuka pasar-pasar yang lebih luas lagi. Ditambah lagi, terjadi peningkatan pengeluaran untuk berwisata," ungkap Erda.

Di ASEAN, Indonesia masuk peringkat 12 dalam indeks kompetitif pariwisata. Secara global, di peringkat 70. Peringkat ini masih kalah dengan Thailand. "Indonesia perlu berbenah, salah satunya rebranding agar lebih menarik bagi wisatawan dunia," kata Erda.

Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solihin Sofian menambahkan, masuknya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bisa menjadi peluang mengembangkan ekonomi kreatif.

Sebab, populasi Indonesia yang mencapai 255 juta setara 46,7% penduduk Asean. "Sumber orang kreatif sangat dibutuhkan untuk memulai rantai kreasi, produksi, distribusi, konsumsi hingga konservasi," kata Solihin.

Menurut perkiraan, ekonomi kreatif bisa tumbuh dan menyumbang hingga 12% pada PBD nasional.