Langkah Tepat Menyikapi Stay at Home Economy (Bag 1)

Ilustrasi
Ilustrasi

Ramadan tahun ini memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adanya pandemi COVID-19 telah membawa begitu banyak perubahan, termasuk di ranah bisnis.

Perilaku konsumen pun berubah. Jika peralihan ke online dulu berjalan pelan-pelan, kini pergerakannya sangat cepat karena menjadi sebuah keharusan.

Malahan nih, kalau kata Managing Partner Inventure, Yuswohady, perubahan yang disebabkan pandemi COVID-19 bersifat irreversible atau tidak akan berputar kembali ke awal.

"Ini akan menciptakan tatanan yang baru, new normal," katanya dalam sebuah video yang disebar beberapa waktu lalu. Singkatnya, hal ini memaksa sebagian usaha merancang lagi model bisnisnya yang sesuai kondisi pandemi.

Sama juga seperti yang dibilang Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kita, Teten Masduki. Perubahan pola konsumsi masyarakat dari offline menjadi online semakin nyata. Bahkan diprediksi stay at home economy ini menjadi tren di masa yang akan datang.

Lalu bagaimana dong?

Ada insight menarik yang bisa kamu petik hikmahnya dari riset yang dibuat Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI. Katanya, usaha yang berpotensi maju di masa pandemi adalah yang mampu memproduksi bahan maupun makanan yang mudah dikonsumsi.

Tak cuma yang besar, lho. Untuk skala kecil macam UMKM pun bisa. Wah, peluang nih.

"UMKM pangan yang memproduksi produk-produk herbal, natural, buah-buahan, sayur-sayuran yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Selain itu juga UMKM yang menyediakan makanan praktis, mudah diolah, dan dapat disimpan lama, seperti frozen food, rendang, bumbu-bumbuan, dan lain-lain," ujar Pak Teten memberi contoh.

Tak cuma itu, riset dari Yuswohady juga menunjukkan kalau masyarakat sekarang jadi lebih sering memasak di rumah selama pandemi. Itulah kenapa UMKM mulai mengarahkan produksinya ke produk makanan.

Coba baca ini untuk tahu produk mana yang paling laku selama pandemi.

Lalu bagaimana dengan Ramadan sekarang? Lanjutkan diskusi kita di bagian 2.