Langkah Tepat Menyikapi Stay at Home Economy (Bag 2)

Ilustrasi
Ilustrasi

Setelah di artikel sebelumnya kita mengungkap soal peluang bisnis apa yang bisa diupayakan di tengah pandemi, sekarang tinggal langkah apa yang perlu kita ambil.

Sekarang kita sudah masuk bulan Ramadan. Biasanya minuman, makanan berat, atau hanya sekadar kudapan selalu diincar di momen ini.

Namun tetap saja, seperti kata Data Analyst MOKA, Hutami Nadya, apapun jenis produknya, strategi bisnis tahun ini perlu adanya sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya. Apalagi situasi pandemi virus korona atau COVID-19 ini belum bisa diprediksi kapan berakhir.

Untuk itu, khusus untuk meningkatkan daya jual bisnis selama bulan Ramadan, kamu mungkin perlu beberapa langkah berikut:

Melihat Jam Potensial

Kalau mau mengikuti hasil analisa yang dilakukan, jumlah merchant yang aktif berjualan selama pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB itu meningkat sebanyak 67 persen. Tapi kalau jam sahur, sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB, cuma sekitar 8 persen.

Dari situ, kita bisa lihat bahwa ternyata potensi dan peluang besar untuk UMKM membuka lapaknya di jam sahur. Ini benar lho. Sebagian orang mungkin ada juga yang malas masak untuk sahur, kan? Nah, di sinilah peluangnya.

Namun kalau kamu tetap ingin beroperasi di jam buka puasa, itu pun tak masalah. Jika sebelumnya pada jam 17.00 WIB biasanya menjadi jam sibuk untuk menyiapkan buka puasa, sementara jam sebelumnya yakni pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB adalah waktunya konsumen untuk mencari menu makanan.

Menurut data yang dipelajari MOKA, setidaknya akan ada 200 transaksi yang berjalan pada jam berikut. Jika sudah memasuki pukul 16.00 WIB, transaksi akan meningkat sekitar 500 transaksi.

Memilih Jenis Makanan

Makanan praktis dan makanan ready to cook bisa jadi solusi untuk kamu yang belum punya ide berjualan selama bulan Ramadan. Pasalnya konsumen jauh lebih suka makanan yang praktis tinggal santap, tanpa perlu berpikir ingin makanan atau minuman apa yang perlu mereka pesan.

Untuk makanan ready to cook, biasanya tipe konsumen ini menginginkan makanan yang bisa disantap baik untuk buka puasa dan bisa disantap saat sahur juga. Contoh untuk makanan ready to cook seperti ini adalah paket ayam satu ekor yang bisa dipanaskan sebelum disantap. Sajian ini bisa dihidangkan satu keluarga atau disantap sampai dua kali jam makan.

Layanan Siap Antar

Karena sekarang sedang pandemi, manfaatkan layanan antar ke rumah. Sertakan jaminan makananmu itu sehat. Artinya, cobalah untuk berinovasi membuat menu paket makanan dan minuman yang bisa langsung dipilih konsumen.

Kamu juga bisa manfaatkan jasa ojek online sebagai jasa delivery, kalau kamu memang sulit untuk memfasilitasi jasa satu ini.

Pembayaran yang Praktis

Perhatikan juga layanan pembayarannya. Bisnis online, pembayarannya juga online. Siapkan hal ini. Buat rekening bisnis untuk menerima pembayaran transfer.

Ingat, pelanggan akan mencari kepraktisan. Apalagi saat ini ada aplikasi pembayaran yang sangat simpel dan lengkap. Misalnya BCA mobile dari Bank BCA.

Aplikasi ini jadi pilihan milenial karena fiturnya yang lengkap dan serbabisa.

Cari tahu soal apa yang bisa dilakukan BCA mobile di tautan ini, untuk membantumu menyusun strategi membangun bisnis online.

Kunjungi juga bca.co.id atau hubungi Halo BCA 1500888 untuk penjelasan lebih lanjut.

Jadi bagaimana? Apa sudah terpikir oleh kamu bagaimana menyelamatkan saldo rekening di bulan Ramadan yang berada di tengah pandemi ini?