Masih Banyak yang Salah, Beda UKM dan UMKM

Infografik
Infografik

Yang benar yang mana sih? UMKM atau UKM? Kita bahas yuk.

Tidak ada yang salah antara UMKM atau UKM. Hanya saja memang dua istilah dalam dunia usaha di Indonesia ini sering dianggap sama. Padahal sebenarnya ada perbedaan yang cukup jelas di antara keduanya.

UKM adalah singkatan dari usaha kecil dan menengah. Yang ditekankan di sini adalah usaha kecil.

Sementara UMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan fokus cakupan usaha mikro. Nah, karena mencakup jenis usaha lebih banyak, istilah UMKM jadi lebih sering dipakai.

Baik UKM maupun UMKM memang memiliki tujuan yang sama, yaitu menopang perekonomian negara. Namun seperti disebutkan tadi, keduanya punya beberapa perbedaan. Kita simak satu-satu yuk.

1. Omzet

Cara membedakan paling gampang adalah dari omzetnya. Kalau berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008, usaha mikro itu memiliki hasil penjualan tahunan atau omzet paling banyak sebesar Rp300 juta.

Sedangkan kalau usaha kecil omzet tahunannya lebih dari Rp300 juta – Rp2,5 miliar. Nah, yang paling besar itu usaha menengah, yang memiliki omzet tahunan lebih dari Rp2,5 miliar – Rp50 miliar.

2. Kekayaan Bersih Usaha

Cara kedua adalah dari kekayaan bersihnya. Semua kekayaan bersih dari ketiga unit usaha ini tidak termasuk dengan tanah dan bangunan tempat usaha ya.

Jadi untuk usaha mikro, kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta. Sedangkan kekayaan bersih usaha kecil berkisar lebih dari Rp50 juta — Rp500 juta. Lalu, kekayaan bersih usaha menengah berkisar antara Rp500 juta — Rp10 miliar.

3. Jumlah Pegawai

Berikutnya adalah jumlah tenaga kerja. Kalau usaha mikro itu berkisar antara 1-5 pegawai saja. Sedangkan usaha kecil mencapai 6-19 pegawai. Di atasnya ada usaha menengah dengan 20-99 tenaga kerja.

4. Modal Awal

Besaran modal pendirian usaha juga menentukan skala usahanya. Umumnya, modal untuk mendirikan UKM adalah sebesar Rp50 juta. Sedangkan modal untuk mendirikan UMKM adalah sebesar Rp300 juta atau dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pembiayaan modal.

Mengapa UMKM yang ada unsur mikro tapi membutuhkan modal awal lebih banyak? Soalnya UMKM diyakini lebih memiliki pengaruh terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia. Sementara UKM dinilai bersifat lebih perorangan dengan usaha dan keuntungan kecil.

5. Pembinaan Usaha

Banyak yang belum tahu soal pembinaan usaha ini. Namun berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 usaha mikro itu dapat dibina oleh kabupaten dan kota. Sedangkan usaha kecil sudah masuk ranah binaan provinsi. Nah, untuk usaha menengah, masuknya skala pembinaan nasional.

6. Pajak

Beda, modal dan omzet, tentu saja beda pajaknya. Dilansir dari Online-Pajak yang mengacu pada PP Nomor 23 Tahun 2018, wajib pajak yang memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar, dikenakan pajak penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5%.

Jadi pelaku usaha yang memiliki peredaran bruto tertentu ini tidak wajib memungut dan membayar PPN atas setiap transaksinya, tetapi harus memungut PPh Final 0,5%.

Nah, sekarang paham kan bedanya?

Yuk jadi entrepreneur. Wujudkan mimpi dengan bantuan Kredit Modal Kerja dari BCA.

Klik di sini untuk cara mendapatkannya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.