Memulai Bisnis Harus yang Bersifat Khusus atau Umum?

Fokus pada Bidang Bisnis
Fokus pada Bidang Bisnis

Merintis bisnis memang tidak mudah. Namun, lebih tidak mudah lagi menentukan jenis bisnis yang bersifat umum atau yang khusus. Bila kamu juga bingung menjawab pertanyaan ini, simak pertimbangannya berikut.

Ke depan, banyak pakar manajemen mengatakan bahwa tren bisnis akan semakin khusus dan fokus. Jadi, kamu hanya perlu fokus di satu kategori pasar dan memaksimalkan potensi di ceruk pasar tersebut.

Demikian, konsumen akan lebih mudah memilih. Pengusaha, mentor dan investor Richard Lorenzen menyebut, ada tiga alasan tambahan mengapa bisnis harus lebih spesifik seperti dikutip Huffington Post.

Mengalahkan 95% Pesaing

Ketika bisnis bersifat umum, semua bisnis lain jadi pesaing. Namun, ketika bisnis kamu spesifik, pesaing yang harus kamu hadapi bisa saja malah belum ada. "Di tahap awal berubah menjadi spesifik, pendapatan mungkin berkurang. Namun, di jangka panjang, kamu bisa lebih fokus dan seolah kehilangan 95% pesaing," kata Richard.

Bisnis Jadi Lebih Sederhana

Bisnis umum memang bisa membebani. Bayangkan seperti mengelola satu restoran dengan 100 menu. Berbeda, restoran yang hanya khusus menyajikan steak, akan lebih mudah ditangani. Artinya, kamu bisa memberi yang terbaik di bidang itu saja.

Menarik Pelanggan Baru dan Menentukan Harga Baru

Karena bisnis menjadi fokus, kamu pun akan lebih serius. Kamu bisa melayani konsumen dengan lebih cepat dan baik. Demikian, proses akuisisi pelanggan baru bisa lebih mudah. Apalagi, produk yang kamu berikan bersifat premium.

Semakin sedikit pesaing akan mendorongmu menjadi ahli. Pelanggan pun akan tahu reputasi yang kamu miliki melalui produk yang kamu berikan. Dus, pelanggan menjadi tak sensitif terhadap harga ketika menikmati produk premium yang kamu sajikan.