Mencari Cuan dengan Memadukan Kreativitas dan Kardus (1)

bisnis kardus
bisnis kardus

Sekilas, kardus memang tampak seperti tidak punya nilai. Padahal, kamu bisa mendapatkan banyak uang bila mampu mengolah kardus dengan tepat. Peluang bisnis dari bahan kardus masih sangat menjanjikan dan kamu pun bisa menggelutinya.

Setidaknya, Pendiri Bumi Bumi Kardus Sanjaya Arifin telah membuktikannya. Ia berinovasi menyulap kardus menjadi berbagai macam mainan anak dan dekorasi acara. Pria asal Depok, Jawa Barat itu mengaku tak sengaja ketika memulai bisnis kardusnya.

Awalnya, Sanjaya hanya ingin membuatkan anaknya rumah-rumahan dari kardus pada 2015. "Waktu itu saya iseng membuat rumah kardus dengan ukuran cukup besar untuk anak saya. Lalu saya posting di facebook. Ternyata beberapa teman ada yang minat. Dari situ saya keluar dari pekerjaannya dan fokus mengelola bisnis ini," ungkapnya pada Kontan.

Berawal dari pesanan aneka mainan dari kardus, lama-kelamaan permintaan lain bermunculan, seperti dekorasi dari kardus dari berbagai lembaga dan event organizer (EO). Tak hanya itu, Sanjaya juga menerima pesanan suvenir dan model khusus dari pelanggan.

"Kalau dulu masih sempat buat produk di luar pesanan, sekarang semua produk saya buat berdasarkan pesanan pelanggan," tuturnya. Aneka mainan dan suvenir Bumi Bumi Kardus dihargai mulai dari Rp25 ribu hingga Rp1 juta tergantung ukuran.

Sedangkan untuk paket dekorasi, dihargai mulai dari Rp5-50 juta, tergantung ukuran, tingkat kesulitan dan detail produk. Untuk dekorasi besar, biasanya Sanjaya hanya mampu menerima tiga proyek dekorasi saja.

Sebab, untuk pengerjaan satu dekorasi yang cukup rumit, butuh waktu 1 -2 minggu. Sedangkan untuk mainan kardus ukuran besar, butuh waktu sekitar tiga sampai empat hari. Saat ini, Sanjaya dibantu dua karyawan tetap dan enam karyawan tambahan jika sedang ramai pesanan.

"Terakhir kemarin kami dapat pesanan dari Legoland Malaysia, jadi saya disuruh buat lego tapi dari kardus. Lalu beberapa perusahaan seperti Astra, BNI, PLN dan Shell juga beberapa kali minta untuk dekorasi dan suvenir," kata Sanjaya.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui kisah dari pengusaha lainnya.