Mengecap Manisnya Bisnis 'Bubble Tea' untuk Pasar Indonesia (2)

bubble tea
bubble tea

Jika biasanya gerai bubble tea hanya berupa stan kecil dengan dua baris antrean dan dikonsumsi secara on the go, Sharetea mencoba mengubah citra tersebut. Di Central Park, Sharetea mengubah semua branding, mulai dari logo, bentuk cup, menu, hingga interior gerai.

Kini, konsumen bisa "duduk-duduk cantik" sembari minum teh layaknya berada di kafe. Nama pun berubah menjadi Sharetea 8 yang menjadi gerai premium Sharetea pertama di Indonesia dan kedua di dunia.

Konsep gerai ini akan menjadi pilihan calon pemilik waralaba yang ingin membuka bisnis bubble tea dengan konsep yang berbeda dari konsep sebelumnya. Marketing & Promotions Manager Sharetea Indonesia Muhammad Rizki mengungkap, konsumen kini ingin merasakan pengalaman lebih.

"Kami memberi sitting area yang lebih besar serta fasilitas pendukung lainnya seperti musik dan layar LCD," kata dia seperti dikutip Marketeers.

Selain itu, Rizki bilang, gerai premium ini hadir dengan bahan baku lebih premium dan sehat. Misalnya, kadar gula dalam minuman dibuat lebih sehat dibanding bubble tea kebanyakan.

Barista yang bekerja pun tampil layaknya barista kedai kopi, muda, cantik, dan tampan. "Diharapkan konsep ini membuat pelanggan yang hadir merasakan perbedaan yang kontras dari gerai lainnya," ujarnya.

Meski Sharetea dan beberapa pemain bubble tea lain sedang masif berekspansi, akan tetapi mereka masih belum mencapai skala bisnis dari Starbucks dan kedai kopi lain seperti J.CO, Dunkin Donuts, Excelso, serta Maxx Coffee.

Starbucks memiliki 360 gerai di Indonesia dan berhasil menyumbang 25% pendapatan bagi Divisi Food & Beverage PT Mitra Adiperkasa Tbk.

Bila kamu juga tertarik untuk mengecap manisnya bisnis bubble tea, kamu bisa mulai mencari lokasi yang strategis sesuai bidikan pasarmu, kemudian putuskan untuk membangun merek sendiri atau membeli waralaba.

Semoga beruntung.