Milenial Konsumsi Internet 7 Jam Sehari: Ya Sudah Manfaatkan

Ilustrasi
Ilustrasi

Berdasarkan riset dari lembaga Alvara Research Center, generasi milenial semakin kecanduan internet. Hasil survei yang mereka lakukan menunjukkan bahwa dalam sehari, rata-rata milenial bisa menghabiskan waktu 7 jam menggunakan internet.

Masih kata lembaga tersebut, penyebab generasi ini mau berlama-lama dengan internet karena ingin semuanya serba cepat. Hal ini pun makin menegaskan bahwa internet bagi milenial sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Lalu bagaimanakah menyikapi perilaku milenial tersebut? Perlukah dilakukan pencegahan?

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, melihat hal lain. Ketimbang mencegah yang tentunya akan sangat sulit, lebih baik manfaatkan saja untuk peluang bisnis.

Menurutnya, perusahaan termasuk usaha rintisan atau startup bisa meraup keuntungan dari fenomena ini. Apalagi jumlah milenial pada 2020 nanti diprediksi akan mencapai 34 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Nah, sebelum menentukan bisnis apa yang cocok untuk pasar milenial, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dulu. Apa saja? Yuk simak beberapa di antaranya di bawah ini.

1. Transaksi Nontunai

Data Alvara menyebutkan mayoritas dari milenial sudah beralih ke pembayaran nontunai. Terlepas dari pengakuan bahwa dompet mereka tipis, nyatanya generasi ini tetap gemar berbelanja.

Ya, anggapan dompet tipis tersebut rupanya menggambarkan bahwa generasi ini semakin jarang menggunakan uang tunai di dompet. Dengan kemajuan teknologi, mereka lebih suka menggunakan uang elektronik dan dompet digital yang saat ini semakin banyak. Survei pun menyebut milenial yang gemar transaksi nontunai mencapai 59 persen.

2. Wisata

Meminjam data Google Indonesia, kata kunci yang cukup banyak diketik generasi milenial adalah yang berkaitan dengan kegiatan wisata. Selain untuk hiburan dan pengalaman, mereka gemar wisata karena ingin terlihat eksis di media sosial.

Ini bisa jadi peluang untukmu membuka usaha yang berhubungan dengan wisata. Mulai dari platform pariwisata, kuliner, merchandise, hingga penunjang lainnya seperti transportasi dan jasa tur.

3. Instagram

Seperti disebutkan tadi, eksis di media sosial adalah yang utama bagi sebagian besar milenial. Menariknya di antara media sosial, banyak yang lebih menyukai Instagram dibanding lainnya. Alasannya, platform berbagi gambar dan video ini lebih sedikit mengandung unsur politik dibanding Twitter ataupun Facebook. Dua media sosial itu pun, menurut Alvara, lebih banyak digunakan oleh generasi X.

4. Kecepatan Informasi

Generasi milenial punya mobilitas yang tinggi, termasuk dalam hal pekerjaan. Maka dari itu, mereka membutuhkan fitur pendukung yang berbasis teknologi, di mana semuanya bisa dilakukan dengan cepat. Selain itu, generasi ini terhitung gemar berbagi dan responsif terhadap masalah sosial.

Jangan ragu untuk memanfaatkan generasi ini untuk promosi bisnismu. Biarkan mereka membagikannya kepada orang lain sehingga bisa menghematmu dalam hal promosi.

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum membuka bisnis dengan pasar milenial. Manfaatkan peluang ini ya.