Bisnis Asisten Belanja, Solusi Saat Pandemi

Ilustrasi asisten belanja
Ilustrasi asisten belanja

Di masa pandemi, kita dituntut untuk memiliki dana darurat. Ketidakpastian ekonomi membuat kita harus mempersiapkan diri bila akhirnya terjadi sesuatu yang buruk.

Namun bagaimana caranya mengumpulkan dana darurat dengan kondisi uang pas-pasan? Itulah kenapa kita jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Cobalah untuk mencari pendapatan sampingan agar bisa memenuhi kebutuhan sambil mengumpulkan dana darurat.

Untuk menjalankan sampingan, kamu enggak harus resign. Tapi ingat, peraturan kantor biasanya melarang kita untuk bekerja di tempat lain, terutama di bidang yang sama.

Jadi harus pintar-pintar cari sampingan ya. Jangan asal pilih kemudian kamu malah mendapat teguran dari kantor utama. Bisa-bisa kamu malah dikeluarkan.

Dari sekian banyak pilihan sampingan, pernah dengar pekerjaan asisten belanja? Sampingan ini lagi tren lho di kalangan anak muda. Penasaran? Kita kupas yuk.

Peluang Bisnis Asisten Belanja

Asisten belanja merupakan padanan kata dari personal shopper. Tahu, kan? Itu lho yang biasa menawarkan jastip alias jasa titip belanjaan. Nah, jasa ini bisa jadi sampingan yang kece lho di saat pandemi.

Tapi jastip yang dimaksud di sini tentu saja bukan barang-barang branded yang biasa dilakukan personal shopper profesional ya. Pasalnya selama masa pandemi ini jalan-jalan keluar negerinya distop dulu.

Alih-alih barang branded, kamu bisa lho menawarkan jadi asisten belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Soalnya, ternyata masih banyak orang yang takut belanja kebutuhan di pasar karena tingkat penyebaran COVID-19 yang masih tinggi.

Namun perlu ditekankan ya bahwa jasa ini tentu saja berisiko tinggi. Sebab kamu akan keluar rumah, minimal ke supermarket, dan bertemu banyak orang. Artinya, kamu harus super disiplin dengan keamanan, kebersihan, dan kesehatan sesuai protokol COVID-19.

Cara menjalankannya

Pada dasarnya kamu tinggal memanfaatkan HP untuk berpromosi lewat media sosial. Tawarkan jasamu dan jelaskan bahwa kamu bisa membantu mereka untuk membeli berbagai kebutuhan di pasar.

Sertakan nomor kontak yang bisa dihubungi, agar teman-teman yang tertarik bisa segera menghubungimu. Untuk tarif, kamu bisa mencantumkannya atau tidak.

Beberapa orang ada yang memasang tarifnya sebesar Rp50.000-75.000. Tapi ada juga yang Rp20 ribu, tergantung jarak dan tingkat kesulitannya.

Nah, nantinya, barang-barang kebutuhan yang sudah dibeli bisa kamu kirimkan menggunakan jasa kirim ojek online ke alamat pemesan. Namun beberapa asisten belanja ada juga yang mengirimkannya sendiri.

Yang harus diperhatikan

Meski terdengar mudah, menjadi asisten belanja orang lain tidaklah semudah yang dibayangkan. Kamu harus memerhatikan beberapa hal saat menjalankan bisnis ini, misalnya soal ketepatan waktu, kesesuaian order, dan pemilihan kualitas barang atau kebutuhan yang dipesan.

Makanya, kamu harus bisa memiliki standar yang tinggi dalam tiga faktor di atas agar pengguna jasamu puas dan tertarik menggunakan jasamu lagi di lain waktu. Jangan lupa, komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam bisnis ini, jadi kamu harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan pengguna jasamu agar tidak terjadi kesalahan.

Pengetahuan soal harga barang juga diperlukan di sini. Bila kamu bisa merekomendasikan barang yang lebih murah tapi kualitas tetap oke, tentu saja klienmu akan lebih senang.

Berapa modalnya?

Karena kamu hanya menjual jasa, maka bisnis ini tidak memerlukan modal yang besar. Kamu bisa memanfaatkan sumber daya yang kamu miliki, misalnya HP, kendaraan milik sendiri, pulsa, bensin, serta modal awal untuk belanja di pasar.

Keuntungan

Semakin banyak order yang kamu terima tentu saja akan semakin menguntungkan. Apalagi kalau kamu bisa belanja untuk beberapa pelanggan sekaligus.

Coba kita hitung-hitungan deh. Untuk sekali jalan pulang pergi ke pasar terdekat, mungkin bensin motor yang terpakai tidak sampai satu liter. Ya sebut saja Rp5.000 deh

Sedangkan untuk kebutuhan komunikasi kamu bisa membeli kuota internet dengan harga rata-rata Rp50.000-100.000 per bulan. Selain uang bensin dan komunikasi, kamu tinggal menyiapkan modal belanja yang nilainya tergantung dari seberapa banyak titipan belanja yang kamu jalankan.

Bagaimana? Simpel kan?

Nah, biar sampinganmu makin simpel, andalkan aplikasi BCA mobile untuk semua keperluan transaksi kamu. Selain fiturnya lengkap, kamu bisa tarik tunai di ATM tanpa kartu. Jadi enggak perlu khawatir kalau dompet ketinggalan deh.

Klik di sini untuk tarik tunai tanpa kartu.

Klik untuk fitur BCA mobile lainnya.