Pengetahuan Penting Bagi Pengusaha Mengenai Gen Z

anak muda
anak muda

Saat ini, generasi Z (1996-2010) sudah mulai banyak dijumpai di dunia kerja. Generasi ini termasuk digital native yang sudah akrab dengan dunia digital dan senang berinteraksi melalui media sosial. Meski pendapatan belum besar, generasi punya kebiasaan yang bisa membuat pengusaha tersenyum.

Soal karakteristik, pemasar perlu tahu bahwa generasi Z cenderung royal dalam mengeluarkan uang. Apalagi, kata Managing Director Technology Consulting Lead Accenture Indonesia Leonard Nugroho, generasi ini lahir ketika semua kebutuhan bisa mereka dapat secara instan.

“Generasi Z memiliki buying behavior yang berbeda dari generasi terdahulu (X dan Y). Generasi ini memang belum memiliki kebutuhan sebanyak generasi sebelumnya, namun cenderung lebih royal dalam mengeluarkan uang,” ungkapnya pada Marketeers.

Menurut Nugroho, generasi ini menginginkan sesuatu hal yang sudah ada di depan mata mereka. “Karena belum memiliki banyak kebutuhan, mereka tak segan menghabiskan uang untuk hal-hal yang bersifat leisure, personal activities atau hobbies yang menarik bagi mereka,” katanya.

Executive Director, Head of Wealth Management PT Bank DBS Indonesia Widrawan Hindrawan menambahkan, nantinya, generasi ini juga akan memiliki purchasing power yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya untuk usia yang sama.

Nugroho menyarankan, ketika suatu merek ingin membidik generasi Z, lebih baik merek lebih dulu mengidentifikasi apa yang mereka sukai dan inginkan, kemudian mengaitkannya dengan produknya. Jadi, ketika merek harus memiliki kemampuan menawarkan pengalaman baru bagi generasi ini.

“Tidak masalah jika pada akhirnya merek menjual produk. Intinya, merek tidak bisa langsung menjual produk mereka pada generasi Z. Pahami dulu apa yang mereka suka, teknologi apa yang sedang berkembang, lalu hubungkan dengan produk tersebut,” pungkas Nugroho.