Sebelum Buka Bisnis Kuliner, Jadikan Ini Sebagai Pertimbangan

Sebelum Buka Bisnis Kuliner, Jadikan Ini Sebagai Pertimbangan
Sebelum Buka Bisnis Kuliner, Jadikan Ini Sebagai Pertimbangan

Buat kamu yang punya hobi memasak dan berniat merintis bisnis kuliner, sudahkah melakukan persiapan matang? Bila belum, kamu bisa memastikan kesiapan diri dengan menjadikan hal-hal ini sebagai pertimbangan seperti dilansir Liputan 6.

Modal Awal Usaha

Modal awal adalah hal wajib untuk membangun bisnis. Jika tak punya modal yang cukup, ada banyak cara menutupi kekurangan modal, misalnya mencari rekanan kerja, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk UKM.

Lokasi Usaha

Cari lokasi yang banyak dikunjungi atau dilewati banyak orang. Saat menentukan lokasi, perhitungkan pula modal yang akan dikeluarkan.

Menu Andalan

Sebelum memulai usaha, lakukan riset terlebih dahulu mengenai menu yang ada di pasar. Kemudian, pilih menu yang belum banyak dijual untuk mengurangi tingkat persaingan. Namun ingat, kamu harus tetap menyesuaikan menu tersebut dengan target pasar atau konsumen.

Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang andal sangat dibutuhkan demi kelancaran proses produksi. Demikian, ketika bisnis sedang sulit, pemasok bisa membantu mencari solusi. Selain itu, usahakan punya lebih dari satu pemasok sebagai alternatif untuk memastikan semuanya bisa berjalan lancar.

Sumber Daya Manusia (SDM)

Cari karyawan yang memang kompeten di bidang masak, melayani atau kasir. Jangan lupa, perhatikan kesejahteraan mereka dengan gaji yang sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

Target Pemasaran

Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses di bisnis kuliner. Meski kamu menawarkan harga murah, jika tak sesuai selera konsumen, bisnis pun bisa gagal.

Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi cara andalan. Hal ini akan berhasil jika kamu bisa memuaskan konsumen sehingga mereka bisa menjadi pelanggan setia dan menceritakannya pada orang lain.

Perizinan

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan sudah mengantongi surat izin usaha, memiliki Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) badan usaha, izin dari Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jaga Sikap dan Perilaku

Dalam bisnis kuliner, penting untuk menjaga sikap saat melayani konsumen. Semakin ramah dan sopan, konsumen akan semakin banyak dan berniat menjadi pelanggan.