Suka Pelesir? Jadikan Saja Hobi Itu Sebagai Profesi (2)

pelesir
pelesir

Imam belajar menjadi pemandu tur secara otodidak dan dari pemandu tur senior lainnya. Selain itu, Imam juga kerap mencari informasi soal budaya dan permasalahan lokal di sekitar tempat wisata. Bagi Imam, menghormati dan mendekatkan diri ke warga lokal adalah hak penting.

Sebab, dari warga lokal inilah ia sering mendapat banyak materi untuk disampaikan ke pengguna jasanya. "Pakem lainnya, kami harus bisa menahan ego sendiri, karena namanya melayani tamu, tidak bisa memaksakan kehendak atau galak pada tamu meski kadang tamunya nakal," jelas Imam.

Selain itu, pemandu tur lepas juga harus sering mencari tahu banyak soal kondisi geografis, perjalanan dan birokrat di sekitar lokasi karena tamu sering bertanya. “Intinya, harus terus belajar untuk mencari tahu," kata Imam.

Bila memiliki kemampuan dalam hal dokumentasi, baik foto atau video, bisa menjadi nilai tambah. Imam mengaku, tak sedikit tamu datang dari hasil foto yang ia buat. “Jika tamu puas, mereka akan merekomendasikan ke teman-temannya dengan memamerkan foto yang cantik,” ungkapnya.

Kini, Imam bersama rekannya sedang mengembangkan bisnis pemandu tur dan paket wisata melalui merek ‘Berani Jalan’. Melalui usaha baru ini, tak jarang Imam berbagi pekerjaan dengan pemandu tur lokal lainnya.

"Paket wisata sekarang ada Taman Nasional Komodo, terus Ke Alor NTT untuk bisa lebih kenal budaya orang timur Indonesia, Karimunjawa, dan Pulau Weh," kata Imam. Soal harga, ‘Berani Jalan’ mematok harga mulai dari Rp1-2,5 per orang.

Untuk private trip, harga tergantung fasilitas yang diinginkan pengguna."(Harga) mulai dari Rp2,3 juta per orang dengan jumlah tamu 10 orang. Ada juga Rp8 juta per orang kalau mau pakai kapal phinisi besar, biasanya untuk 7-8 orang," papar Imam.

Dalam hal ini, ‘Berani Jalan’ sudah bekerja sama penduduk lokal untuk urusan sewa kapal, pemandu lokal, hotel dan guest house. Namun pengguna tidak diharuskan menggunakan mitra ‘Berani Jalan’, sebab pengguna bebas menentukan fasilitas apa yang ia inginkan.

“Kami membidik anak muda yang baru mulai bekerja atau pekerja pada umumnya. Meski harga paket murah, harga tiket pesawat yang tinggi kerap menjadi kendala. Ini sering dikeluhkan," kata Imam. Kendala lainnya, kadang ada pula tamu yang kurang percaya.

Untuk pemasaran, selain mengandalkan informasi yang disebar dari mulut ke mulut, media sosial juga menjadi alat ampuh.

“Awalnya kami mencoba memasarkan Berani Jalan lewat internet. Namun tidak berjalan dengan baik karena gaya hidup masyarakat Indonesia lebih nyaman menggunakan Instagram. Itulah alasan kami membuat @beranijalan untuk berinteraksi langsung (dengan tamu),” pungkasnya.